News & Research

Reader

Dana Pendidikan Si Sederhana Vs Si Mewah
Friday, June 29, 2018       12:23 WIB

Saya punya dua orang teman, yang satu orangnya sederhana dan yang satunya lagi gaya hidupnya mewah. Kita sebut saja mereka itu "teman sederhana" dan "teman mewah" ya.
Tapi anehnya, saat musim sekolah anak ke jenjang pendidikan lanjutan, teman sederhana saya bisa mempersiapkan dana untuk mendaftar ulang, sementara teman mewah saya justru ingin meminjam uang pada saya untuk itu.
Hal ini membuat saya penasaran dan ingin menggali kiat pengelolaan keuangan mereka. Setelah puluhan diskusi, berlembar coretan dan belasan argumentasi, sampai lah saya pada satu kesimpulan: pentingnya kepandaian dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan.
Teman sederhana saya adalah seorang pegawai swasta yang kalau dilihat dari besaran penghasilannya adalah rata-rata penghasilan karyawan lulusan S-1 dengan pengalaman kerja lima belas tahun. Sementara kawan mewah saya juga bekerja di perusahaan swasta dengan jabatan tinggi dan penghasilan yang hampir lima kali lipat teman sederhana saya.
Maka tidak heran ketika teman mewah saya meminjam uang kepada saya untuk daftar ulang sekolah anaknya membuat saya jadi bertanya-tanya. Ada enam pertanyaan yang saya ajukan dan jadi temuan dalam misi investigasi saya pada mereka.
Enam pertanyaan itu adalah apakah mereka: membuat perencanaan keuangan, mendata penghasilan dan pengeluaran bulanan, melakukan alokasi penghasilan sesuai kebutuhan, disiplin dalam pengeluaran, menyisihkan penghasilan untuk tabungan atau investasi dan melakukan evaluasi tahunan.
Dari keenam pertanyaan itu saya ketahui bahwa teman sederhana saya melakukan semuanya, sementara teman mewah saya juga melakukan semuanya, kecuali poin ke empat yaitu disiplin dalam pengeluaran. Ternyata, dampaknya luar biasa. Teman mewah saya bahkan kalang kabut mempersiapkan dana pendidikan untuk anaknya, sementara teman sederhana saya tenang-tenang saja.
Berdasarkan itu saya menyimpulkan, disiplin dalam pengeluaran ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan pengelolaan keuangan kita. Walaupun telah membuat perencanaan, memahami kebutuhan diri, menabung dan rajin mengevaluasi, namun jika kita tidak disiplin karena sering tergoda untuk mengeluarkan anggaran di luar rencana, maka nyatanya teman mewah saya harus melawan ego untuk pinjam sana sini. Dan teman sederhana saya lebih terjamin kebutuhannya.
Maklum, karena sudah terlanjur bergaya hidup tinggi maka teman mewah saya harus sering makan di tempat yang mahal, tinggal di rumah besar dengan biaya yang tinggi, mengendarai mobil mewah tentunya dengan asesoris tambahan yang paling canggih. Belum lagi pakaian yang dikenakan harus dari merek yang terkenal dan sekolah anak pun harus yang bergengsi.
Dan seringkali hal itu terjadi karena ajakan teman-temannya. Biasanya kalau saya tanya kenapa dituruti? Jawabannya adalah "Nggak enak ya kalo nggak ikutan". Tuntutan inilah yang akhirnya membuat teman mewah saya gagal dalam mengelola keuangannya.
Yang menarik lagi adalah teman sederhana saya ternyata memiliki asset likuid lebih besar daripada teman mewah saya. Dia percaya bahwa perencanaan keuangan itu sebenarnya sangat sederhana yaitu: Penghasilan kita dikurangi pengeluaran kita. Jika ada sisa maka harus menjadi tabungan. Jika kurang maka akan menjadi utang.
Ini yang dipahaminya sebagai prinsip dasar pengelolaan keuangan keluarganya. Jika tak ingin berutang maka disiplin lah dalam membelanjakan penghasilan. Jika ingin punya tabungan maka pastikan ada sebagian penghasilan yang kita sisihkan untuk tabungan dan investasi.
Saya tidak bilang tersisa ya, melainkan sisihkan. Karena tabungan dan investasi seharusnya bukan berasal dari sisa penghasilan kita, tapi berasal dan penghasilan yang kita sisihkan sebelum kita belanjakan.
Dan yang tak kalah penting adalah ketika menyisihkan penghasilan, pastikan kita simpan di produk investasi yang aman, nyaman, mudah dan murah. Saat ini banyak tersedia produk reksadana dengan minimal investasi hanya Rp100.000,- seperti Reksa Dana Premier Pasar Uang II (RPPUII) dari PT. Indo Premier Investment Management ( IPIM ).
Premier Pasar Uang II merupakan Reksa Dana Pasar Uang yang bertujuan untuk memperoleh tingkat pendapatan yang menarik dengan risiko minimal melalui pengelolaan portofolio yang terdiri dari Instrumen Pasar Uang dan Efek Bersifat Utang berjangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun, demi menjaga tingkat likuiditas yang tinggi.
Jadi, berapa pun sisa penghasilan kita, tidak ada alasan untuk tidak menyisihkannya, supaya rencana-rencana penting dapat diwujudkan tanpa berutang.
Anda seperti Si Sederhana atau Si Mewah kah dalam mengelola keuangan? Yuk, mulai disiplin dan berinvestasi.
Oleh: Diah Sofiyanti

Sumber : PT Indo Premier Investment Management (IPIM)

powered by: IPOTNEWS.COM