News & Research

Reader

Ketegangan Geopolitik Global Masih Tinggi di tengah Menurunnya Kepercayaan terhadap Dolar AS - Ashmore
Saturday, January 24, 2026       23:13 WIB

Ipotnews - Bursa saham Indonesia mengakhiri sesi perdagangan pekan keempat Januari 2026, Jumat (23/1), dengan membukukan penurunan IHSG sebesar 0,46% menjadi 8.951, dan jauh dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya di level 9.134. Investor asing mencatatkan arus keluar ( outflow ) saham sebesar USD237 juta sepanjang pekan lalu.
 Weekly Commentary  PT Ashmore Asset Management Indonesia mencatat beberapa hal yang mempengaruhi pergerakan dana di pasar modal dalam luar negeri sepanjang pekan, antara lain;

Apa yang terjadi dalam sepekan terakhir?
Ashmore mencatat, pelemahan IHSG pekan ini dipimpin oleh sektor Transportasi & Logistik serta Industri, yang masing-masing ambles 6,99% dan 6,68%. Adapun sektor yang berkinerja terbaik adalah Konsumer Non-Siklikal dan Bahan Baku, yang masing-masing melonjak 3,71% dan 1,48%.
Aset dengan kinerja terbaik pekan ini adalah emas (+6,90%) dan harga gas alam (+2,63%), sementara terjadi koreksi pada Bitcoin (-6,75%) dan Indeks LQ45 (-1,78%).
Ashmore juga mencatat, pekan ini, Amerika Serikat merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 yang lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh belanja konsumen, ekspor yang lebih tinggi, serta peningkatan belanja pemerintah. Sementara itu, inflasi inti PCE dan belanja konsumen November tercatat stagnan sesuai ekspektasi.
Di Kanada, inflasi tahunan utama naik lebih tinggi dari perkiraan akibat efek basis rendah pada Desember 2024 karena pemotongan pajak sementara. Namun, inflasi inti sedikit melandai dan berada di bawah konsensus pasar.
Sementara itu, kawasan Eropa mencatat penguatan sentimen ekonomi ke level tertinggi sejak Juli 2024, seiring pandangan yang lebih optimistis terhadap ekonomi dan inflasi. Kepercayaan konsumen juga membaik.
Jerman menunjukkan tren serupa dengan sentimen ekonomi mencapai level tertinggi sejak Juli 2021, meski masih dibayangi ketidakpastian kebijakan dagang AS. Inggris mencatat tingkat pengangguran yang masih kaku disertai kenaikan inflasi tahunan utama.
Di Asia, Bank of Japan mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, sementara inflasi tercatat lebih lambat dari perkiraan akibat kenaikan harga beras yang moderat. China mencatat pertumbuhan terlemah dalam tiga tahun terakhir di tengah tekanan deflasi berkelanjutan dan pasar properti yang lesu.
"Keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga juga sejalan dengan konsensus," tulis Ashmore.
Geopolitik Menjadi Sorotan
Ashmore menggarisbawahi, penggerak utama pasar global pekan ini berasal dari isu geopolitik terkait Greenland dan Iran. Volatilitas pasar sebagian besar dipicu pernyataan Presiden AS terkait ancaman tarif tambahan serta usulan pembentukan Board of Peace yang disampaikan di Davos.
Dampak langsung terlihat pada volatilitas harga komoditas seperti minyak mentah dan emas, di mana harga emas terus mencetak rekor tertinggi. "Rapat The Fed pekan depan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, dengan pasar memproyeksikan satu kali pemangkasan pada Juli," imbuh Ashmore.
Ashmore juga mencermati, konflik di Timur Tengah yanng kembali menjadi perhatian. Menjelang pengumuman Peace Board, sempat muncul kabar gencatan senjata di Gaza, namun konflik tetap berlanjut dan menjaga tingkat risiko serta volatilitas harga minyak.
Peace Board diusulkan sebagai badan internasional untuk mengawasi transisi pasca perang di Gaza, dengan tujuan gencatan senjata permanen dan rekonstruksi skala besar.
Indonesia termasuk negara yang menyatakan minat untuk berpartisipasi, meski organisasi ini masih rapuh hingga terdapat kepastian dan dampak nyata. "Kendati demikian, pasar menilai inisiatif ini sebagai sinyal positif sehingga menurunkan harga minyak seiring persepsi risiko yang lebih rendah," sebut Ashmore.
Di sisi lain, Ashmore mencatat, Presiden Trump menyatakan ketertarikan terhadap Greenland dengan alasan kepentingan nasional AS. Langkah ini menuai penolakan dari sekutu Eropa dan kembali memicu ancaman tarif, kali ini sebagai alat geopolitik, bukan kebijakan perdagangan.
Diplomasi dengan kemudian meredakan ketegangan melalui pembahasan kerangka kerja kawasan Arktik, sehingga ancaman tarif ditarik kembali. Istilah TACO (Trump Always Chickens Out - Red) kembali mencuat dan meningkatkan selera pasar pada aset berisiko.
"Namun inti dari isu Greenland adalah keinginan AS mengamankan pasokan mineral tanah jarang strategis. Ketegangan geopolitik global masih tinggi, mendorong permintaan aset lindung nilai seperti emas, terutama di tengah menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS," papar Ashmore.
Di dalam negeri, Ashmore menilai, perkembangan utama mencakup keputusan bank sentral untuk menahan suku bunga sesuai ekspektasi. Bank Indonesia fokus pada stabilitas nilai tukar dan transmisi kebijakan suku bunga rendah.
Bank Indonesia menilai risiko geopolitik meningkat dan memperkuat upaya menjaga rupiah, yang pada penutupan pasar terakhir menguat ke sekitar 16.820 dibandingkan titik terlemahnya di atas 16.980 pada pekan ini. "Konsensus pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun," Ashmore menambahkan.
Pekan ini, pasar saham mengalami koreksi, terutama pada saham-saham komoditas, serta dipengaruhi spekulasi dan posisi defensif terkait potensi penyesuaian metodologi MSCI . Kejelasan diharapkan muncul pada pekan berikutnya.
"Kami menilai masih terdapat peluang menarik untuk menambah durasi obligasi di tengah koreksi imbal hasil jangka pendek, sementara saham tetap atraktif dalam portofolio kami dengan pengelolaan aktif untuk memanfaatkan peluang pada siklus saat ini." (Ashmore)


Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM