( untuk melindungi Anda dari bahaya keuangan pada masa ekonomi sulit )
Kita telah membahas cukup banyak langkah yang berkaitan dengan Perencanaan Keuangan Pribadi ( Personal Financial Planning ). Pada intinya, seluruh langkah Perencanaan Keuangan Pribadi yang lengkap terdiri atas: (1) Tetapkan sasaran keuangan yang jelas yang ingin dicapai, (2) Kumpulkan semua informasi keuangan yang terkait, (3) Analisis situasi keuangan yang ada, (4) Susun rencana anggaran (budget), (5) Kembangkan strategi menabung dan strategi berinvestasi, (6) Kelola utang yang ada dengan bijaksana, (7) Laksanakan rencana keuangan yang telah disusun, dan (8) Monitor and sesuaikan rencana keuangan yang ada bilamana perlu.
Pada saat ini - di mana situasi ekonomi sedang tidak terlalu cerah yang ditandai dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan, kesulitan mendapatan pekerjaan, dan gejala pemutusan hubungan kerja yang semakin banyak terjadi - kita akan meninjau kembali langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan keuangan pribadi yang sebelumnya pernah kita bahas.
Fokus kita hanya ada pada lima langkah terpenting dalam perencanaan keuangan pribadi tersebut yang akan melindungi kita dan keluarga dari bahaya keuangan ( financial disaster ) pada situasi ekonomi yang buruk seperti saat ini, yaitu:
- Tetap memegang kontrol atas semua urusan keuangan dengan cara membuat anggaran belanja ( budget ) sehingga pengeluaran kita selalu terkontrol.
- Memiliki Dana Darurat ( Emergency Fund ) yang memadai, yang sangat diperlukan jika ada pengeluaran tak terduga sehingga kita terhindar dari pinjaman berbunga tinggi ( high-interest debt ) pada kondisi darurat.
- Mendiversifikasi semua investasi, baik dalam aset berwujud maupun dalam aset keuangan, untuk meminimalkan resiko yang mungkin terjadi pada saat kondisi ekonomi yang sulit.
- Mengembangkan lebih dari satu sumber pendapatan ( develop multiple income streams ) untuk menciptakan kestabilan keuangan dan melindungi Anda dari resiko pemutusan kerja.
- Hindarkan utang berbunga mengambang, atau jika mungkin lunasi saja semua utang yang ada.
Kita sekarang semakin sering mendengar berita buruk tentang perekonomian, baik yang terjadi di dalam negeri mau pun dari luar negeri. Karena dunia sudah semakin terhubung, kita tahu bahwa banyak negara di luar Indonesia saat ini sedang mengalami atau hampir berada pada kondisi resesi ekonomi.
Indonesia saat ini tidak berada dalam kondisi resesi, tetapi hal-hal buruk yang terjadi di luar negeri mungkin saja dapat terjadi di sini.
Lima langkah terpenting dalam penyesuaian pada Rencana Keuangan ( Financial Plan ) atas kondisi ekonomi yang memburuk yang dapat kita lakukan adalah:
1. Susun Anggaran Belanja ( Budget ) supaya pengeluaran kita tetap terkontrol
Menyusun anggaran belanja ( budget ) dimulai dari mendaftarkan semua pendapatan ( income ) dan semua pengeluaran ( expense ) yang terjadi dalam satu bulan. Pengeluaran-pengeluaran yang terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan, tetapi sudah diantisipasi pasti akan terjadi, harus dihitung nilai ekivalennya per bulan dan dicadangkan sebagai pengeluaran yang di-amortisasi.
Semua pengeluaran didaftarkan sebagai pengeluaran-pengluaran wajib ( non-discretionary expenses ) atau pengeluaran-pengeluaran tidak wajib ( discretionary expenses ). Dengan cara ini, dalam hal terjadi kekurangan dari pendapatan ( income ) relatif terhadap pengeluaran ( expense ), maka kita tahu pengeluaran mana yang harus dipangkas lebih dahulu.
Anggaran ( budget ) kita buat untuk setiap bulan, dengan melakukan penyesuaian seperlunya atas setiap pendapatan ( income ) dan pengeluaran ( expenses ) yang akan terjadi pada bulan itu.
2. Miliki Dana Darurat ( Emergency Fund ) memadai untuk menghindari pinjaman berbunga tinggi
Dana Darurat ( Emergency Fund ) yang kami sarankan untuk kondisi ekonomi normal adalah minimal sebanyak 6 bulan pengeluaran rutin Anda atau keluarga Anda. Perlu diingat bahwa pengeluaran rutin per bulan tidak sama dengan (gaji) per bulan. Pada kondisi ekonomi sekarang ini yang tidak baik-baik saja, Anda disarankan untuk memiliki Dana Darurat yang lebih besar hingga sebesar 9 bulan pengeluaran rutin.
Jika Anda bekerja dengan gaji tidak tetap, misalnya Anda bekerja sebagai tenaga penjual yang dibayar berdasarkan kinerja penjualan yang Anda lakukan, maka Dana Darurat ( Emergency Fund ) ini harus ditingkatkan menjadi minimal 12 bulan pengeluaran rutin per bulan Anda. Demikian pula jika Anda masih memiliki tanggungan anak berusia balita atau tanggungan orangtua yang sudah renta.
3. Diversifikasikan investasi bukan saja pada aset keuangan, tetapi juga pada aset-aset berwujud
Berinvestasi adalah satu langkah penting yang wajib Anda lakukan setelah Anda memilki cukup tabungan dalam bentuk Dana Darurat ( Emergency Fund ) atau Dana Cadangan ( Reserve Fund ) untuk membangun kekayaan ( build wealth ) dan hidup lebih nyaman di hari tua.
Berinvestasi biasanya dimulai dari investasi pada Aset Keuangan ( Financial Assets ) karena sifat aset keuangan yang mudah dipecah-pecah atas nilai yang lebih kecil, mudah dipindah-tangankan, nilainya dapat diketahui setiap saat, dan dapat dimulai dari jumlah yang relatif sangat kecil.
Akan tetapi, menempatkan seluruh nilai investasi dalam Aset Keuangan ( Intangible Assets ) juga bulanlah tindakan yang bijaksana untuk dilakukan. Sebabnya adalah karena nilai aset keuangan dapat berfluktuasi sangat besar dalam waktu yang singkat, bahkan pada kondisi ekonomi yang sangat buruk nilai aset keuangan dapat menjadi nihil.
4. Kembangkan sumber-sumber penghasilan selain gaji per bulan
Anda jangan berpikir bahwa sumber penghasilan hanya dari gaji yang diterima dari pekerjaan di suatu Perusahaan. Memiliki sumber penghasilan tambahan jangan lalu Anda artikan hanya sebagai bekerja paruh waktu pada Perusahaan lain.
Sumber penghasilan tambahan, misalnya, dapat berupa menyewakan pavilyun rumah Anda, mengajar di universitas pada akhir minggu sesuai kemampuan Anda, atau bahkan dengan menerima hasil dari investasi yang Anda tanamkan (misalnya bagi hasil atas peternakan ayam kecil-kecilan dengan teman-teman Anda).
Tujuan dari memiliki sumber penghasilan tambahan di luar gaji per bulan yang Anda terima, di samping mendapatkan penghasilan yang lebih besar, adalah supaya dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dari Perusahaan, maka ekonomi keluarga Anda tetap dapat bertahan.
5. Segera lunasi utang berbunga mengambang atau lakukan persiapan untuk melunasinya
Pada kondisi ekonomi yang tidak stabil seperti saat ini, pada umumnya pihak bank ( lender ) jarang ada yang memberikan pinjaman dengan suku bunga tetap ( fixed rate ). Bahkan pinjaman-pinjaman yang diberikan di masa lalu, di mana kondisi ekonomi relatif lebih baik pun, untuk jangka waktu yang agak panjang (lebih dari tiga tahun) pihak bank ( lender ) sudah menerapkan suku bunga mengambang ( floating rate ).
Mencari bank yang bersedia memberikan bunga tetap ( fixed rate ) juga tidak selalu dapat kita lakukan dengan berbagai kesulitan yang ada. Misalnya, ketika kita ingin membeli rumah secara KPR, maka pihak pengembang ( developer ) sudah mensyaratkan bahwa KPR hanya boleh diambil pada bank-bank yang telah disetujui pengembang ( developer ) itu.
Hal yang dapat Anda lakukan di sini, dalam hal terjadinya lonjakan suku bunga yang tinggi secara sepihak oleh pihak bank, adalah dengan memiliki rencana cadangan (Plan B) untuk melunasi atau membayar sebagian pokok pinjaman dan mengurangi paparan kita atas resiko suku bunga itu.
Jadi, sebelum Anda menerima suatu perjanjian pinjam-meminjam dengan bank, Anda harus selalu sudah memiliki rencana cadangan yang dapat Anda pergunakan jika kondisi ekonomi memburuk dan pihak bank ( lender ) menaikkan suku bunga secara sepihak.
Oleh : Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS