Adik Presiden Soroti Anomali Valuasi Sejumlah Saham, Miliki PER Ribuan Kali
Thursday, February 12, 2026       07:20 WIB
  • Hashim Djojohadikusumo menyoroti anomali di BEI karena ada emiten dengan PER sangat tinggi (ratusan hingga ribuan kali), yang dinilai berisiko dan dapat merusak kepercayaan pasar.
  • Ia mengaitkan isu transparansi dengan gejolak pasar saham awal 2026 setelah MSCI menunda perubahan indeks; pemerintah disebut memberi perhatian serius karena efeknya pada investor ritel.
  • MSCI dilaporkan mengirim empat surat berisi pertanyaan kepada pemerintah mengenai kondisi pasar; pemerintah menegaskan komitmen menjaga kredibilitas bursa.

Ipotnews - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menyoroti adanya anomali valuasi di Bursa Efek Indonesian (BEI), lantaran terdapat sejumlah emiten yang memiliki price to earnings ratio (PER) mencapai ratusan hingga ribuan kali.
Hashim menilai, kondisi tersebut perlu menjadi sinyal adanya bahaya bagi para pelaku pasar, karena anomali yang tidak masuk akal harus diwaspadai, mengingat bursa hanya bisa berjalan dengan baik apabila ada kepercayaan dan kredibilitas.
"Ketika ada perusahaan dengan rasio PE (ratio) 167, bahkan 900, bahkan 1.200, bahkan 4.000, jelas ada sesuatu yang salah," tegas Hashim di Gedung BEI Jakarta, Rabu (11/2).
Dia juga menyinggung peristiwa yang terjadi di pasar saham Indonesia pada akhir Januari dan awal Februari 2026 pasca MSCI menunda perubahan indeks saham Indonesia. Menurut Hashim, sikap lembaga penyedia indeks global tersebut menjadi topik hangat dan berkaitan dengan persoalan transparansi.
Lebih lanjut Hashim menyatakan, pada peristiwa itu ada beberapa pihak diminta mengundurkan diri. "Kita semua tahu apa yang terjadi. Ada alasannya, karena tidak ada transparansi dan pasar menjadi tidak transparan," jelasnya.
Hashim mengaku, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap kejadian tersebut, terutama karena berdampak pada investor ritel. "Presiden Prabowo sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu. Dan banyak investor ritel yang dirugikan," ungkap Hashim.
Dia menyampaikan, saat ini pemerintah bertekad untuk menjaga kredibilitas pasar saham dan akan melakukan pengawasan serta pemantauan secara ketat guna memastikan investor terlindungi dan integritas bursa saham Indonesia tetap terjaga.
MSCI Kirim 4 Surat ke Pemerintah
Hashim juga mengungkapkan bahwa Morgan Stanley Capital International ( MSCI Inc) sempat menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada pemerintah Indonesia terkait kondisi pasar.
Menurut Hashim, komunikasi tersebut dilakukan melalui beberapa surat. "Kabarnya Morgan Stanley mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia untuk mengajukan berbagai pertanyaan," kata Hashim di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (11/2).
Dia menyampaikan hal tersebut dalam konteks pembahasan mengenai pentingnya kepercayaan dan kredibilitas di pasar. Hashim mengatakan, pasar berintegritas tinggi memerlukan transparansi dan pengawasan yang memadai.
Lebih lanjut dia menyinggung peristiwa yang terjadi di bursa saham Indonesia pada pekan akhir Januari hingga awal Februari 2026, yang disebutnya menjadi perhatian luas dan berkaitan dengan persoalan transparansi.
Hashim menegaskan, peristiwa tersebut menjadi topik hangat di kalangan pelaku pasar dan pelaku usaha. Menurut dia, kepercayaan dan kredibilitas merupakan faktor utama agar pasar dapat berfungsi secara baik.
Dia menambahkan, saat ini pemerintah bertekad menjaga kredibilitas pasar dan memastikan investor terlindungi melalui pengawasan dan pemantauan. Hashim mengaku, sejumlah investor global yang ditemuinya tetap menunjukkan optimisme terhadap Indonesia, meskipun pasar saham sempat bergejolak.
Pada Lokasi yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengaku tidak mengetahui bahwa MSCI mengirimkan empat surat kepada pemerintah. "Ke kami tidak ada surat. Kami mengikuti juga dari publikasi yang disampaikan kepada publik. Kalau surat kepada pemerintah tentu kami tidak mengetahui," ucapnya.(Budi/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, Mar 10, 2026 - 16:04 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 RISE
Tuesday, Mar 10, 2026 - 15:58 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 RUNS
Tuesday, Mar 10, 2026 - 15:51 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 PADA
Tuesday, Mar 10, 2026 - 15:48 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham ELSA, Jual
Tuesday, Mar 10, 2026 - 15:47 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 OPMS
Tuesday, Mar 10, 2026 - 15:43 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 INET
Tuesday, Mar 10, 2026 - 15:42 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 JTPE
Tuesday, Mar 10, 2026 - 15:36 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 BRRC