CGAS Bidik Pendapatan Rp 879 Miliar pada 2026
Monday, June 15, 2026       17:05 WIB

JAKARTA, investor.id- Emiten energi bersih PT Citra Nusantara Gemilang Tbk () menargetkan lonjakan kinerja pada 2026 dengan membidik pendapatan sebesar Rp 879 miliar dan laba bersih Rp 23,9 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, perseroan mempercepat ekspansi bisnis gas alam terkompresi ( compressed natural gas /CNG) dan mulai mengembangkan bisnis gas alam cair ( liquefied natural gas /LNG) sebagai sumber pertumbuhan baru.
Direktur Utama , Andika Purwonugroho mengatakan bahwa perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 43,65% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 611,9 miliar.
Sementara laba bersih diproyeksikan meningkat 68,14% menjadi Rp 23,9 miliar, didukung peningkatan utilisasi fasilitas CNG dan kontribusi awal bisnis LNG.
"Kami menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sejalan dengan peningkatan volume penjualan menjadi 3.539.000 MMBTU pada 2026 atau naik 41,83% dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Andika dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Strategi pertumbuhan tersebut ditempuh melalui penguatan infrastruktur gas yang telah dimiliki perseroan serta ekspansi ke segmen LNG yang dinilai memiliki prospek besar seiring meningkatnya kebutuhan energi industri nasional.
Saat ini, mengoperasikan enam fasilitas CNG Station dengan total kapasitas 12,2 MMSCFD ( million standard cubic feet per day ). Fasilitas tersebut tersebar di sejumlah kawasan industri strategis, yakni Cikarang dengan kapasitas 5 MMSCFD, Gresik 2 MMSCFD, Waru-Sidoarjo 1,5 MMSCFD, Grobogan 1,5 MMSCFD, Palembang 1,2 MMSCFD, dan Majalengka 1 MMSCFD.
Perseroan juga mengoperasikan enam CNG Hub yang berlokasi di Bandung, Klaten, Kediri, Malang, Lampung, dan Jombang. Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan menjangkau pelanggan industri yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas.
Untuk memperkuat jaringan distribusi, perseroan berencana menambah tiga stasiun CNG baru pada tahun ini. Penambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan volume penjualan sekaligus memperluas jangkauan layanan ke kawasan industri baru.
Mesin Pertumbuhan Baru
Selain memperkuat bisnis inti CNG, tengah menyiapkan langkah transformasional melalui pengembangan usaha LNG. Saat ini perseroan telah memiliki satu LNG Station di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas 1,5 MMSCFD.
Manajemen menargetkan bisnis LNG dapat mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV-2026 setelah proses engineering, procurement, and construction (EPC) selesai dilaksanakan.
Masuknya ke bisnis LNG dinilai strategis karena dapat memperluas basis pelanggan sekaligus meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan. LNG juga memberikan fleksibilitas distribusi yang lebih tinggi dibandingkan jaringan pipa konvensional.
"Pengembangan usaha LNG akan memperluas pangsa pasar perseroan, meningkatkan diversifikasi basis pelanggan, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan," kata Andika.
Perseroan telah mengidentifikasi sejumlah calon pelanggan potensial dari sektor manufaktur dan industri, antara lain PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia, PT Indo Kordsa Tbk, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, PT Ateja Tritunggal, serta beberapa perusahaan industri lainnya.
Dengan tambahan bisnis LNG, total kapasitas infrastruktur gas yang dikelola mencapai 13,7 MMSCFD yang terdiri atas kapasitas CNG sebesar 12,2 MMSCFD dan LNG sebesar 1,5 MMSCFD.
Adapun optimisme manajemen tidak terlepas dari capaian kinerja sepanjang 2025 yang menunjukkan pertumbuhan solid. membukukan pendapatan sebesar Rp 611,9 miliar atau meningkat 20,33% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 508,5 miliar.
Peningkatan pendapatan tersebut berhasil mendorong laba bersih melonjak 62,79% menjadi Rp 15,88 miliar dari Rp 9,76 miliar pada 2024.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan gas industri di berbagai sektor manufaktur serta efektivitas strategi distribusi yang dijalankan perseroan melalui jaringan CNG Hub.
Ke depan, manajemen meyakini kombinasi antara peningkatan kapasitas CNG, ekspansi LNG, dan bertambahnya pelanggan industri akan menjadi motor utama pertumbuhan .

Sumber : investor.id