Dari TLKM hingga COAL, Investor Besar Lakukan Rebalancing Portofolio
Wednesday, April 22, 2026       17:38 WIB
  • Pemegang saham besar ramai-ramai lepas saham di , , dan
  • Aksi borong signifikan terjadi di , , dan hingga tembus di atas 5%
  • Investor global seperti Morgan Stanley dan UBS ikut aktif dalam transaksi

Ipotnews - Transaksi saham oleh pemegang kepemilikan di atas 5% mewarnai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/4), berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia yang dirilis Rabu (22/4). Pergerakan terbesar terlihat pada sejumlah emiten kelas menengah hingga besar, baik dari sisi aksi jual maupun akumulasi.
Dari sisi penjualan, aksi signifikan terjadi pada saham , di mana Belvin Tannadi melepas 16,09 juta lembar saham, menurunkan kepemilikan dari 10,26% menjadi 7,19%. Sementara itu, di saham , Sujaka Lays menjual 130 juta lembar saham, sehingga porsi kepemilikannya turun dari 22,12% menjadi 20,04%.
Aksi jual jumbo juga terlihat di saham oleh Providentia Wealth Management Ltd yang melepas 350,88 juta lembar saham, menurunkan kepemilikan menjadi 9,43%. Selain itu, investor global Morgan Stanley melalui entitasnya turut mengurangi kepemilikan di saham , meski dalam jumlah terbatas.
Di sisi lain, aksi akumulasi besar terjadi pada sejumlah emiten. UBS Switzerland AG mencatatkan pembelian terbesar di saham dengan memborong 1,29 miliar lembar saham hingga mengantongi 5,10% kepemilikan. Aksi ini menjadikan UBS sebagai pemegang saham signifikan baru di emiten tersebut.
Pergerakan besar lainnya terjadi pada saham , di mana Po Susanto membeli 533 juta lembar saham hingga menggenggam 5,21%. Sementara itu, Kalbe Farma masuk sebagai pemegang saham signifikan di setelah mengakumulasi 52,5 juta lembar saham dengan kepemilikan mencapai 5,66%.
Aksi beli juga terlihat pada saham oleh Bank of New York Mellon yang menambah kepemilikan menjadi 5,67%, serta di saham oleh Sinar Mas Cakrawala.
Secara keseluruhan, aktivitas investor besar ini mencerminkan rotasi portofolio yang masih berlangsung di pasar saham Indonesia, dengan kombinasi aksi profit taking dan akumulasi pada saham-saham tertentu yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.(AI)

Sumber : admin

berita terbaru
Saturday, May 09, 2026 - 19:10 WIB
Emiten Transportasi Ketok 39% Laba untuk Dividen
Saturday, May 09, 2026 - 18:54 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of WIRG
Saturday, May 09, 2026 - 18:50 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of SLIS
Saturday, May 09, 2026 - 18:46 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of VOKS
Saturday, May 09, 2026 - 18:43 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of CLAY
Saturday, May 09, 2026 - 18:40 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of CITA
Saturday, May 09, 2026 - 18:37 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of YOII
Saturday, May 09, 2026 - 18:31 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of YUPI
Saturday, May 09, 2026 - 18:26 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of PRAY