- Harga emas bangkit 3,9% dan menuju kenaikan mingguan sekitar 2%.
- Pelemahan dolar dan kekhawatiran geopolitik menopang pemulihan emas.
- Harga perak melonjak tajam, namun masih menuju penurunan mingguan.
Ipotnews - Harga emas bangkit pada Jumat (6/2) akhir pekan dan bersiap mencatat kenaikan mingguan, didukung aksi perburuan harga murah, dolar yang sedikit melemah, serta kekhawatiran yang masih membayangi terkait perundingan Amerika Serikat dan Iran di Oman. Sementara itu, harga perak pulih dari level terendah dalam satu setengah bulan.
Emas spot naik 3,9% ke level US$4.954,92 per ons pada pukul 14.18 waktu setempat, menutup kerugian yang terjadi dalam sesi Asia yang volatil setelah anjlok 3,9% pada Kamis. Logam mulia ini menuju kenaikan mingguan sekitar 2%. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup naik 1,8% di level US$4.979,80 per ons.
CME Group sebelumnya mengumumkan adanya penundaan dalam publikasi penyelesaian transaksi logam pada hari tersebut.
Indeks dolar Amerika Serikat turun 0,2%, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. "Pasar emas sedang melihat adanya persepsi perburuan harga murah dari para pedagang yang bersikap bullish," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Diplomat tertinggi Iran pada Jumat mengatakan bahwa perundingan nuklir dengan Amerika Serikat yang dimediasi Oman berjalan dengan "awal yang baik" dan akan berlanjut. Pernyataan tersebut dapat meredakan kekhawatiran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan bisa mendorong Timur Tengah lebih dekat ke konflik bersenjata.
Wyckoff menilai kebangkitan harga emas masih kekurangan momentum dan logam mulia ini kecil kemungkinan menembus rekor tanpa pemicu geopolitik besar.
Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai, cenderung berkinerja baik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Sementara itu, harga perak spot melonjak 8,6% ke level US$77,33 per ons setelah sempat turun di bawah US$65 pada awal sesi, namun masih menuju penurunan mingguan lebih dari 8,7%, menyusul kerugian tajam pada pekan sebelumnya.
"Apa yang kita lihat di perak adalah spekulasi besar di sisi beli," kata Wyckoff, seraya menambahkan bahwa setelah bertahun-tahun berada dalam siklus boom, emas dan perak kini tampak memasuki fase penurunan khas komoditas.
CME Group menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas dan perak untuk ketiga kalinya dalam dua pekan pada Kamis, guna meredam risiko dari volatilitas pasar yang meningkat. Harga platinum spot naik 5,4% ke level US$2.093,50 per ons, sementara palladium melonjak 6,2% ke US$1.717,05 per ons.
(reuters/CNBC)
Sumber : admin