Emas Berkilau di Tengah Depresiasi Dolar dan Ketidakpastian Global
Friday, March 15, 2019       14:28 WIB

Ipotnews - Emas menguat, Jumat siang, pulih dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya, karena dolar melemah dan meningkatnya kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global mendukung permintaan logam  safe-haven  itu.
Harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD1.301,58 per ounce pada pukul 13.25 WIB, setelah anjlok sekitar satu persen sehari sebelumnya, demikian laporan  Reuters , di Bengaluru, Jumat (15/3). Emas spot berada di jalur untuk kenaikan mingguan yang kecil untuk pekan kedua berturut-turut.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat bertambah sekitar 0,5 persen menjadi USD1.301,40 per ounce.
Dolar terdepresiasi 0,1 persen terhadap mata uang utama, dan berada di jalur untuk pelemahan mingguan terbesar sejak awal Desember.
"Dolar melemah dan emas sebagai aset  safe-haven  mendapatkan dukungan dari ketidakpastian Brexit. Selama dapat menahan level USD1.290, emas bisa mencapai level pertama USD1.302 dan kemudian USD1.310," kata Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities di Mumbai.
"Support yang sekarang kita lihat di posisi USD1.290 menunjukkan selama masih ada kejelasan terkait kesepakatan (Brexit), emas bisa bertahan dengan baik."
Anggota parlemen Inggris memberikan suara, Kamis, untuk menunda Brexit, menetapkan panggung bagi Perdana Menteri Theresa May untuk memperbarui upaya guna mendapatkan kesepakatan perpisahan yang disetujui oleh parlemen pekan depan.
Memberikan support tambahan untuk emas adalah meningkatnya tanda-tanda perlambatan ekonomi global, kata para analis.
Jumat, Bank of Japan memangkas penilaian pada ekonomi luar negeri, mengatakan mereka menunjukkan tanda-tanda perlambatan. BoJ juga merevisi pandangannya tentang ekspor dan  output .
Sementara itu, komentar dari Perdana Menteri China tentang perlambatan ekonomi menunjukkan bahwa salah satu ekonomi terbesar di dunia itu sedang berjuang, yang menawarkan sedikit dukungan bagi emas, kata Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central, Singapura.
Di Amerika Serikat, data yang dirilis Kamis menggarisbawahi meningkatnya tekanan terhadap ekonomi. Jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih besar dari perkiraan, pekan lalu, sementara penjualan rumah baru turun lebih besar dari ekspektasi pada periode Januari.
"Data dari AS tidak begitu baik. Jadi, data AS yang lemah dan Brexit mendongkrak harga emas," kata Kedia, menambahkan ketidakpastian seputar negosiasi perdagangan AS-China juga mendukung emas.
Pertemuan puncak untuk mencapai kesepakatan perdagangan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak akan terjadi pada akhir Maret, seperti dibahas sebelumnya, karena diperlukan lebih banyak upaya dalam negosiasi AS-China, tutur Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Kamis.
Logam mulia lainnya, palladium naik 0,2 persen menjadi USD1.560,47 per ounce, dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan sekitar tiga persen.
Perak melonjak lebih dari satu persen menjadi USD15,35 per ounce, dan platinum melesat 1,4 persen menjadi USD829,69 per ounce. (ef)

Sumber : Admin