Empat Program Besar untuk Pasar Modal 2026
Tuesday, December 30, 2025       16:31 WIB

JAKARTA, investor.id -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan empat program strategis untuk memperdalam dan memperkuat pasar modal pada 2026.
Deputi Komisioner Pengawasan Pengelolaan Investasi, Pasar Modal, dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap menjelaskan bahwa empat fokus utama OJK tersebut meliputi pendalaman pasar keuangan, peningkatan integritas pasar, penguatan kelembagaan Pelaku Usaha Jasa Keuangan ( PUJK ), serta pengembangan keuangan berkelanjutan.
Pada strategi pendalaman pasar, OJK mendorong pengembangan suplai melalui peningkatan ragam produk pasar modal. Di saat yang sama, otoritas juga memperkuat sisi permintaan ( demand ) dengan meningkatkan integritas dan kualitas produk domestik.
"Penguatan infrastruktur pengawasan, khususnya sistem informasi, menjadi bagian penting dari agenda pendalaman pasar," kata Eddy dalam konferensi pers Penutupan Perdagangan Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Untuk strategi peningkatan integritas pasar, OJK akan memperketat efektivitas pengenaan sanksi, sekaligus memperbaiki kualitas emiten dan perusahaan publik.
Sementara itu, penguatan kelembagaan PUJK akan difokuskan pada perusahaan efek dan manajer investasi, termasuk penguatan kontrol internal serta peningkatan ketahanan terhadap serangan siber ( cybersecurity ).
Pada aspek keuangan berkelanjutan, OJK berencana memperluas pemanfaatan Bursa Karbon dan segera meluncurkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Indonesia 2026-2030. " Roadmap ini akan menjadi panduan penting untuk mempercepat transisi ekonomi berkelanjutan," jelas Eddy.
Memasuki tahun 2026, Eddy menilai pasar modal Indonesia akan menghadapi dinamika yang lebih menantang. Karena itu, OJK menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah yang tergabung dalam Asta Cita guna memperkuat sektor ekonomi, meningkatkan daya saing, serta mendorong pembangunan berkelanjutan.
"OJK akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media. Kolaborasi ini menjadi kunci mewujudkan pasar modal Indonesia yang tangguh, stabil, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Sumber : investor.id