- IHSG rebound 0,72% ke level 8.949, ditopang net foreign buy Rp1,45 triliun.
- Saham nikel (, , ) memimpin penguatan seiring rencana pemangkasan produksi nikel Indonesia.
- Rekomendasi saham: , , dengan strategi buy on weakness
Ipotnews -- Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan kemarin berhasil menguat 0,72 persen ke level 8.948 ditopang oleh aksi beli asing senilai Rp1,45 triliun.
Kenaikan IHSG kemarin dipimpin oleh saham-saham nikel seperti , , dan , seiring sentimen positif dari rencana pemangkasan produksi nikel Indonesia pada 2025 yang mendorong harga global.
Di sisi global, bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average turun 0,80 persen ke 49.191,99, S&P 500 terkoreksi 0,19 persen ke 6.963,74, dan Nasdaq melemah 0,10 persen ke 23.709,87. Pelemahan ini membuat investor domestik lebih selektif, terutama di tengah pelemahan rupiah di kisaran 16.800 serta ketidakpastian geopolitik.
Secara teknikal, analis PT BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan area resistance 8.970-9.000 dan support terdekat di 8.860. Namun, ruang kenaikan cenderung selektif seiring pasar mencermati pelemahan rupiah di kisaran 16.800, eskalasi geopolitik global, serta pergerakan komoditas utama seperti emas dan minyak.
"Dari sisi sentimen, pelaku pasar juga menantikan rilis neraca perdagangan Tiongkok dan data retail sales AS, yang berpotensi memengaruhi arah pasar global dalam jangka pendek," kata Reza dalam riset hariannya, Rabu (14/1).
Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menjelaskan posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga masih berpeluang menguji level 9.032-9.100.
Adapun rekomendasi saham pilihan hari ini adalah , , dan , dengan strategi buy on weakness untuk memanfaatkan momentum penguatan selektif di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.(Marjudin/AI)
Sumber : admin