Lima Kebiasaan Keuangan yang Harus Hilang di Tahun 2026
Friday, January 09, 2026       17:24 WIB
  • 39% masih sering pinjam uang ke teman/keluarga untuk gaya hidup.
  • 56% hanya bayar minimum kartu kredit yang akan menjadi jebakan finansial.
  • 76% habiskan uang demi FOMO ikuti gaya hidup teman.

Ipotnews - Memasuki tahun baru, OCBC melalui Financial Fitness Index 2025 menyoroti lima kebiasaan keuangan yang masih banyak dilakukan masyarakat dan perlu segera ditinggalkan agar kondisi finansial lebih sehat.
Pertama, hasil survei menunjukkan 39 persen masyarakat masih sering meminjam uang ke teman atau keluarga untuk memenuhi gaya hidupnya. Oleh sebab itu kebiasaan meminjam uang harus ditinggalkan.
Kedua, saat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, kondisi ini biasanya bukan hanya soal kurangnya penghasilan, tetapi disebabkan juga oleh gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan. Kalau dibiarkan, bagaimana mau berinvestasi untuk masa depan. Sekitar 14 persen masyarakat memiliki pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.
Ketiga, perasaan aman karena pakai mindset "yang penting bayar dulu" untuk kartu kredit. Sebanyak 56 persen hanya membayar tagihan minimum kartu kredit, yang berisiko menimbulkan beban jangka panjang.
"Data kami menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang terjebak dalam pola lebih besar pasak daripada tiang. Jika kebiasaan ini tidak segera diubah, sulit bagi mereka untuk menabung apalagi berinvestasi," demikian ulasan dari Tim OCBC dalam siaran persnya, Jumat (9/1).
Keempat, kebiasaan FOMO (Fear of Missing Out) yang berlebih. Tekanan sosial memang punya pengaruh yang besar terhadap keputusan finansial seseorang. Tapi, bukan berarti harus selalu ikuti apa yang dilakukan teman-teman kita.
Menurut data Financial Fitness Index OCBC 2025, 76 persen menghabiskan uang yang dimiliki untuk mengikuti gaya hidup teman. Mulai dari nongkrong bersama, liburan, hingga tren belanja membuat seseorang banyak mengorbankan keuangannya demi merasa "tidak ketinggalan". Padahal, sifat ini membuat kamu bisa kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.
Kelima, kebiasaan mau jalan pintas demi cuan instan. Dengan maraknya cerita di sosial media terkait bagaimana cara sukses instan, pastinya keinginan untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat seringkali menggoda. Apabila keinginan ini diwujudkan tanpa pemahaman risiko, seringkali berujung pada kerugian.
Sekitar 10 persen dari masyarakat menurut data OCBC Financial Fitness Index 2025 melakukan spekulasi berlebihan untuk keuntungan yang instan.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin