Melonjak 2%, IDXBASIC Jadi Sektor Terkuat Saat IHSG Rebound 1,01% ke 6.686
Tuesday, September 08, 2026       17:05 WIB
  • IDXBASIC menguat 2 persen dan menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, ditopang yang melonjak 5,9 persen
  • IDXNONCYC naik 1,39 persen, disusul IDXINDUST 1,22 persen dan IDXENERGY 1,17 persen
  • IDXHEALTH turun 0,59 persen dan menjadi sektor dengan koreksi terdalam, diikuti IDXTECHNO (-0,55)

Ipotnews - Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menjadi indeks sektoral dengan kenaikan paling tinggi pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (8/9), yakni mencapai 2 persen, ketika Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup menguat 1,01 persen ke level 6.686, rebound dari pelemahan 0,25 persen pada penutupan kemarin.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , IDXBASIC berakhir di zona hijau atau menguat 2 persen, antara lain ditopang saham yang memiliki kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp338 triliun. Harga saham terpantau melonjak 5,9 persen ke level 4.670.
Sementara itu, sebagai salah satu konstituen IDXBASIC dengan market cap sebesar Rp125 triliun, harga sahamnya meningkat 0,89 persen ke level 8.500. Adapun dua saham di sektor barang baku yang mencatatkan peningkatan paling tajam adalah (+20,7%) dan (+15,1%).
Indeks sektor konsumer primer (IDXNONCYC) meningkat 1,39 persen, terutama didukung sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp88,9 triliun, yang harga sahamnya naik 2 persen ke 765. sebagai anggota IDXNONCYC dengan market cap Rp65,8 triliun mengalami kenaikan harga saham 2,04 persen ke 7.500. Saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni (+18,1%) dan (+14,5%).
Kemudian, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menguat 1,22 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi pada saham (+15,6%) dan (+8%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) mengalami kenaikan 1,17 persen, dengan penguatan paling tajam terjadi pada yang mencatatkan ARA (+10%) dan (+9,2%).
Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) membukukan kenaikan 0,83 persen, dengan peningkatan paling besar terjadi pada saham (+16,8%) dan mengalami ARA (+10%). Lalu diikuti indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) yang menguat 0,79 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham yang mengalami ARA (+34,6%) dan (+12,9%).
Berikutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat menguat 0,73 persen, dengan peningkatan paling tajam terjadi pada saham (+13,3%) dan (+6,7%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menjadi sektor dengan kenaikan terkecil, yakni hanya 0,2 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar pada yang mengalami ARA (+25%) dan (+19,8%).
Pada sisi lain, indeks sektor barang baku non-primer (IDXCYCLIC) terpantau melemah 0,13 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham yang mencatatkan ARB (-9,8%) dan (-6,3%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menurun 0,55 persen, terutama diakibatkan adanya tekanan dari yang terperosok 5,88 persen ke level 320.
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam, yakni sebesar 0,59 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp161 triliun, harga sahamnya melemah 0,19 persen ke level 13.175. Kemudian diikuti dengan market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp36,5 triliun, yang harga sahamnya menurun 0,64 persen ke 780. Saham yang mengalami koreksi terdalam di sektor ini adalah (-11%) dan (-9,8%).(Budi/AI)

Sumber : admin