Pasokan Global Makin Ketat, Harga Tembaga Cetak Rekor Baru
Tuesday, September 08, 2026       15:19 WIB
  • Tembaga cetak rekor USD14.617/ton di LME.
  • Pasokan global ketat karena tembaga terus mengalir ke AS.
  • Seng juga naik, mencapai level tertinggi lebih dari 4 tahun.

Ipotnews - Harga tembaga mencetak rekor tertinggi baru, Selasa, didorong semakin ketatnya pasokan global ketika logam merah terus mengalir ke Amerika Serikat menjelang kemungkinan pemberlakuan tarif impor.
Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,51% menjadi USD14.584 per metrik ton pada pukul 14.00 WIB, setelah menyentuh USD14.617 per ton, melampaui rekor yang dicetak kemarin, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Selasa (8/9).
Di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ), kontrak tembaga yang paling aktif ditutup melonjak 1,29% menjadi 110.620 yuan (USD16.483,88) per ton. Harga sempat melambung 1,54% ke level 110.890 yuan per ton, level tertinggi sejak 30 Januari.
Di Amerika Serikat, persediaan tembaga di bursa COMEX melesat ke rekor 766.795 short ton atau setara 695.624 metrik ton, pekan lalu.
"Selisih harga COMEX-LME yang masih tinggi menunjukkan tembaga fisik masih terus mengalir ke Amerika Serikat, sehingga memperdalam ketatnya pasokan di pasar di luar AS," kata analis dari perusahaan pialang China, Everbright Futures.
Tekanan pasokan juga tercermin dari stok tembaga di gudang yang terdaftar di LME. Lebih dari 51% waran atau dokumen kepemilikan atas stok tembaga tersebut telah dibatalkan, yang mengindikasikan adanya potensi pengeluaran logam dari gudang.
Sementara itu, persediaan tembaga yang dipantau SHFE berada di sekitar 63.000 ton pada pekan lalu. Jumlah tersebut anjlok 85% dari puncaknya pada pertengahan Maret dan menjadi level terendah sejak Januari 2024.
Harga tembaga tunai LME juga masih berada di atas harga kontrak tiga bulan. Kondisi yang dikenal sebagai backwardation tersebut memperlihatkan ketersediaan fisik tembaga untuk kebutuhan jangka pendek masih ketat.
Di pasar valuta asing, dolar AS bergerak di sekitar level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan greenback membuat logam yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Namun, ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan September tetap menjadi tekanan bagi aset berisiko, termasuk komoditas logam industri.
Kenaikan juga terjadi pada seng (zinc). Kontrak seng tiga bulan di LME melompat 0,54% menjadi USD4.005 per ton pada pukul 14.00 WIB, setelah sebelumnya menyentuh USD4.035 per ton, level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.
Di SHFE , kontrak seng yang paling aktif diperdagangkan ditutup melesat 1,89% menjadi 27.505 yuan per ton.
Di antara logam lainnya yang diperdagangkan di LME, aluminium bergerak datar, timbal (lead) naik 0,13%, nikel tidak berubah, sedangkan timah turun 0,18%.
Di SHFE , aluminium naik 0,47%, timbal turun 0,25%, nikel melemah 0,38%, sementara timah menguat 0,48%. (Reuters/AI)

Sumber : Admin