Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Direktur Utama SMF Mulai 10 September 2026
Monday, September 14, 2026       20:40 WIB

AI News - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan Budi Susanto sebagai Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) efektif tanggal 10 September 2026, menggantikan Ananta Wiyogo yang sebelumnya menjabat secara sementara, sebagaimana diumumkan melalui Bursa Efek Indonesia.

Poin Penting

  • Budi Susanto ditunjuk sebagai Direktur Utama SMF efektif 10 September 2026.
  • Ananta Wiyogo diberhentikan dari jabatan Plt. Direktur Utama pada tanggal yang sama.
  • Direksi baru meliputi Budi Susanto, Heliantopo, dan Bonai Subiakto.
  • SMF merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang menyediakan pembiayaan sekunder untuk sektor perumahan Indonesia.

Mengapa Purbaya Memilih Budi Susanto sebagai Direktur Utama SMF?


Menurut laporan IDN Financials, Purbaya memilih Budi Susanto karena rekam jejaknya yang kuat di sektor sekuritas dan kliring. Susanto pernah menjabat sebagai direktur di PT BRI Danareksa Sekuritas pada tahun 2020-2021 dan kemudian di PT Kliring Berjangka Indonesia selama 2022-2023, yang menunjukkan pengalamannya dalam mengelola aset keuangan kompleks. Pengalaman tersebut dianggap relevan untuk memimpin SMF, sebuah BUMN yang berfungsi sebagai Special Mission Vehicle dalam menyediakan pembiayaan sekunder bagi pasar perumahan Indonesia. Dengan kepemimpinan yang berpengalaman, diharapkan SMF dapat meningkatkan efisiensi penyaluran likuiditas ke bank-bank pemberi hipotek, sehingga memperkuat aliran dana ke sektor perumahan. Penunjukan ini sekaligus menandai perubahan strategis dalam upaya pemerintah mengoptimalkan peran SMF sebagai lengan fiskal.

Apa Dampak Penunjukan Budi Susanto Terhadap Misi Pembiayaan Perumahan SMF?


CNBC Indonesia melaporkan bahwa penunjukan Budi Susanto diproyeksikan memperkuat kapasitas SMF dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional. SMF berperan menyediakan likuiditas kepada lembaga keuangan yang menyalurkan kredit hipotek, sekaligus mengkonversi piutang hipotek menjadi instrumen pasar modal, yang membantu mengurangi beban fiskal pemerintah. Sebagai perusahaan milik negara di bawah Kementerian Keuangan, SMF berfungsi sebagai arm fiskal yang meminimalkan kebutuhan anggaran langsung untuk subsidi perumahan, sehingga setiap peningkatan manajemen dapat berdampak pada alokasi dana publik. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan proses konversi dan penyaluran dana menjadi lebih cepat dan transparan, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya pembiayaan bagi konsumen rumah tinggal. Hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap obligasi perumahan yang diterbitkan melalui SMF.

Bagaimana Struktur Direksi SMF Berubah Setelah Rombak Pengurus?


Berdasarkan informasi dari CNBC Indonesia, struktur direksi SMF berubah signifikan setelah rombak, dengan Budi Susanto ditunjuk sebagai Direktur Utama, diikuti Heliantopo sebagai Pelaksana Tugas Direktur, dan Bonai Subiakto sebagai Direktur Keuangan & Manajemen Risiko. Perubahan ini menggantikan Ananta Wiyogo yang sebelumnya menjabat secara sementara, sehingga menyelesaikan periode kepemimpinan transisional yang berlangsung sejak pertengahan 2026. Selain tiga eksekutif tersebut, komposisi komisaris tetap mencakup Nufransa Wira Sakti sebagai Presiden Komisaris, serta Brahmantio Isdijoso dan Dedy Supriadi Priatna sebagai komisaris independen, menegaskan kontinuitas pengawasan tata kelola. Penataan kembali susunan direksi diharapkan memberikan kejelasan tanggung jawab operasional serta memperkuat kemampuan SMF dalam mengelola portofolio hipotek secara profesional. Kestabilan kepemimpinan ini penting bagi bank-bank mitra yang mengandalkan likuiditas SMF untuk pendanaan perumahan.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News