AI News - Raffi Ahmad mengakui pertama kali belajar berinvestasi saham setelah istrinya, Nagita Slavina, memberikan dorongan pada sesi Inspirational Talks di Lampung Financial Festival 2026, sekaligus menyoroti keberhasilan Nagita memperoleh cuan signifikan selama pandemi Covid-19.
Poin Penting
- Pada 5 September 2026, Raffi Ahmad mengungkapkan mulai berinvestasi saham berkat dorongan Nagita Slavina.
- Nagita Slavina meraih keuntungan signifikan dari saham selama pandemi Covid-19, yang ia tunjukkan kepada suaminya.
- Sebelum itu, Raffi Ahmad lebih memilih instrumen investasi konservatif seperti deposito.
- Kedua selebritas sekaligus pendiri Entertainment membahas strategi investasi dalam sesi Inspirational Talks di Lampung Financial Festival 2026.
Apa yang Memotivasi Nagita Slavina untuk Berinvestasi Saham dan Bagaimana Ia Memperoleh Keuntungan Selama Pandemi?
Menurut laporan CNBC Indonesia, motivasi utama Nagita Slavina berinvestasi saham berasal dari pengaruh keluarga-ibu yang sudah terbiasa berinvestasi-dan latar belakang pendidikannya di jurusan akuntansi. Setelah menikah dan memiliki tabungan, ia memutuskan untuk menyalurkan dana tersebut ke pasar saham, namun tidak melakukannya tanpa pertimbangan. Nagita mengonsultasikan rencananya dengan pakar perbankan untuk memahami risiko, kemudian memulai secara bertahap dengan alokasi kecil. Selama pandemi Covid-19, pasar saham menunjukkan volatilitas tinggi namun juga peluang keuntungan, dan Nagita berhasil memperoleh cuan yang cukup besar, meski besaran tepat tidak diungkapkan. Keberhasilan tersebut memperkuat keyakinannya bahwa investasi saham dapat menjadi sarana mengembangkan aset secara signifikan.
Mengapa Raffi Ahmad Mengubah Pandangannya Terhadap Saham Setelah Melihat Hasil Investasi Nagita?
CNN Indonesia melaporkan bahwa Raffi Ahmad sebelumnya lebih condong pada instrumen investasi yang dianggap aman, seperti deposito, karena jadwal syutingnya yang padat menyisakan sedikit waktu untuk belajar pasar modal. Dorongan Nagita muncul ketika ia menyadari bahwa istrinya memiliki lebih banyak waktu luang untuk mendalami strategi saham dan berhasil mencatat keuntungan selama pandemi. Setelah melihat bukti keuntungan Nagita, Raffi menyadari bahwa saham bukan hanya sekadar instrumen berisiko, melainkan juga dapat menjadi cara efektif mengembangkan pendapatan tambahan. Ia kemudian mengakui bahwa meski pasar saham naik turun, proses pembelajaran bersama Nagita membuka perspektif baru soal diversifikasi portofolio. Dengan demikian, Raffi memutuskan untuk mengintegrasikan saham ke dalam rencana keuangannya, memperluas fokus dari sekadar deposito.
Bagaimana Pengalaman Kedua Selebriti ini Dapat Memengaruhi Perilaku Investasi Publik di Indonesia?
Sebagaimana diungkapkan oleh CNBC Indonesia, kehadiran Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dalam Lampung Financial Festival 2026 memberikan sinyal kuat bahwa investasi saham kini dianggap relevan bagi kalangan non-profesional, termasuk pekerja kreatif. Karena mereka merupakan figur publik dengan jutaan pengikut, cerita sukses Nagita serta transformasi pemikiran Raffi berpotensi menurunkan stigma risiko berlebih yang selama ini melekat pada pasar modal. Diskusi mereka menekankan pentingnya edukasi, konsultasi dengan ahli keuangan, serta pendekatan bertahap dalam berinvestasi, yang dapat menginspirasi masyarakat untuk mempertimbangkan alokasi aset ke saham. Dampak ini berpotensi meningkatkan partisipasi investor ritel, memperluas basis investor domestik, dan mendukung upaya inklusi keuangan yang tengah digalakkan oleh otoritas pasar modal.
Apa Risiko Utama yang Dihadapi Nagita dan Raffi dalam Berinvestasi Saham, serta Langkah Mitigasinya?
Data dari CNBC Indonesia menunjukkan bahwa baik Nagita maupun Raffi menyadari risiko utama dalam investasi saham, termasuk volatilitas harga, potensi kerugian, dan ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi. Nagita mengatasi ketakutan awal akan boncos dengan cara berkonsultasi pada pakar perbankan, memulai posisi kecil, dan meningkatkan pemahaman secara mandiri melalui belajar terus-menerus. Sementara Raffi, yang terbiasa dengan instrumen stabil, memanfaatkan pengalaman istrinya sebagai sumber belajar, sekaligus menerapkan prinsip diversifikasi untuk menyeimbangkan eksposur risiko. Kedua tokoh menekankan pentingnya riset mendalam, penetapan batas kerugian, dan pemantauan pasar secara reguler sebagai strategi mitigasi yang dapat diadopsi oleh investor lain.
Sumber : AI News