Strategi Pemulihan Kinerja TOOL pada 2026
Monday, June 15, 2026       17:19 WIB

JAKARTA, investor.id- PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk () menyiapkan sejumlah strategi untuk mengembalikan pertumbuhan bisnis pada 2026, setelah menghadapi tekanan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada kinerja sepanjang tahun lalu.
Perseroan mengandalkan ekspansi jaringan distribusi produk koper pintar Airwheel, penguatan merek, serta peningkatan penjualan pada lini perkakas sebagai motor pemulihan usaha.
Direktur Utama Rohartindo Nusantara Luas () Ronald Hartono Tan mengatakan perseroan akan tetap fokus meningkatkan penjualan di seluruh lini bisnis, khususnya pada segmen smart luggage Airwheel yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.
"Perseroan akan terus berfokus pada peningkatan penjualan, terutama pada segmen koper pintar Airwheel dan produk perkakas. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan jangkauan pasar, peningkatan eksposur merek, serta penguatan kerja sama dengan mitra usaha," ujar Ronald dalam paparan publik di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, seluruh strategi tersebut akan dijalankan dengan tetap menjaga efisiensi operasional dan disiplin pengendalian biaya guna mempertahankan profitabilitas perusahaan.
saat ini memiliki tiga kategori bisnis utama yang terdiri atas tas koper, perkakas, dan peralatan rumah tangga. Namun, sepanjang 2025 perusahaan menghadapi tantangan berat akibat melemahnya daya beli masyarakat yang membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penjualan perseroan. Sepanjang 2025, membukukan pendapatan sebesar Rp 59,26 miliar atau turun 36,64% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 93,53 miliar.
Penurunan pendapatan terjadi hampir di seluruh segmen usaha. Penjualan tas koper, perkakas, maupun peralatan rumah tangga mengalami perlambatan seiring menurunnya aktivitas konsumsi masyarakat.
Akibatnya, laba bruto perseroan ikut tertekan 39,37% menjadi Rp 24,26 miliar dibandingkan Rp 40,01 miliar pada 2024. Dari sisi laba bersih, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 6,99 miliar, berbalik dari laba bersih Rp 937 juta pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, manajemen menilai fondasi bisnis perusahaan masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari kemampuan perseroan mempertahankan laba bruto positif di tengah tekanan pasar.
Sebagai bagian dari strategi pemulihan, mempercepat ekspansi jaringan distribusi Airwheel yang telah dimulai sejak 2024. Produk koper pintar tersebut menjadi salah satu fokus utama perseroan karena memiliki nilai tambah teknologi yang berbeda dibandingkan koper konvensional.
Pada 2024, membuka tiga counter Airwheel di pusat perbelanjaan premium Jakarta, yakni di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan. Selain itu, perseroan juga mengoperasikan toko Airwheel di kawasan Sedayu City, Kelapa Gading.
Ekspansi kemudian berlanjut sepanjang 2025 dengan memperluas penetrasi pasar ke wilayah Jawa Timur. Pada Januari 2025, perseroan membuka counter Airwheel di SOGO Pakuwon Mall Surabaya. Langkah tersebut disusul pembukaan toko Airwheel di Galaxy Mall 3 Surabaya pada Maret 2025.
Tidak berhenti di Jawa Timur, pada Agustus 2025 perseroan kembali memperluas jaringan distribusi melalui pembukaan counter Airwheel di SOGO Paris Van Java Mall Bandung.
Manajemen meyakini perluasan jaringan distribusi tersebut akan memperkuat brand awareness Airwheel sekaligus meningkatkan akses konsumen terhadap produk-produk perseroan.
Selain memperluas jaringan penjualan, juga berupaya meningkatkan eksposur merek melalui berbagai program promosi dan pemasaran yang lebih agresif. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan trafik pelanggan sekaligus mendongkrak konversi penjualan.
Perseroan optimistis kombinasi antara ekspansi jaringan distribusi, penguatan merek, dan pengendalian biaya akan menjadi fondasi utama pemulihan kinerja pada 2026.

Sumber : investor.id