UNVR Siapkan Penyesuaian Harga di Semester II, Tetap Bidik Pertumbuhan di Atas Pasar
Tuesday, June 09, 2026       19:22 WIB

Ipotnews - PT Unilever Indonesia Tbk () memperkirakan kontribusi kenaikan harga produk akan semakin besar pada semester II-2026 seiring meningkatnya tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Meski demikian, perseroan menegaskan akan tetap mempertimbangkan daya beli konsumen dan tingkat persaingan di pasar sebelum melakukan penyesuaian harga.
Manajemen Unilever Indonesia menjelaskan bahwa pada semester pertama tahun ini pertumbuhan bisnis lebih banyak ditopang oleh peningkatan volume penjualan. Namun memasuki paruh kedua tahun, kontribusi dari strategi harga diperkirakan akan menjadi lebih dominan.
"Secara keseluruhan, komposisi pertumbuhan sepanjang tahun akan lebih seimbang, di mana volume menjadi pendorong utama pada semester pertama, sementara kontribusi harga akan menjadi lebih signifikan pada semester kedua," ujar manajemen dalam paparan kepada media, seperti terlampir dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/6).
Perseroan menambahkan bahwa setiap langkah penyesuaian harga akan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan elastisitas permintaan konsumen serta dinamika kompetisi di industri barang konsumsi cepat saji ( FMCG ).
Di tengah tekanan pelemahan rupiah, Unilever Indonesia menegaskan fokus utama perusahaan tetap pada upaya mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata pasar sekaligus menjaga volume penjualan dan penetrasi produk.
Manajemen menilai strategi tersebut penting untuk mempertahankan daya saing di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Karena itu, meski kontribusi harga diperkirakan meningkat pada semester kedua, perusahaan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan volume dan profitabilitas.
Terkait peluang pertumbuhan anorganik, Unilever Indonesia menyatakan terus membuka peluang untuk melakukan akuisisi merek, termasuk merek lokal. Namun hingga saat ini belum ada keputusan untuk melakukan aksi korporasi tersebut dalam jangka pendek.
"Perusahaan akan terus mengeksplorasi setiap peluang untuk melakukan akuisisi merek. Namun saat ini belum terdapat keputusan untuk melakukan akuisisi dalam waktu dekat," kata manajemen.
Sementara itu, mengenai prospek kinerja tahun 2026, perseroan tidak memberikan target atau panduan keuangan secara spesifik. Kendati demikian, Unilever Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pasar dengan tetap menjaga ekspansi margin secara moderat.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan masih optimistis terhadap prospek bisnis FMCG domestik meskipun menghadapi tantangan berupa pelemahan rupiah, tekanan inflasi, dan persaingan yang semakin ketat. Dengan kombinasi strategi pertumbuhan volume, penyesuaian harga yang selektif, serta fokus pada efisiensi operasional, Unilever Indonesia berharap dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang tahun ini. (AI)

Sumber : admin