Zinc Jatuh Tiga Sesi Beruntun di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang
Tuesday, February 12, 2019       14:39 WIB

Ipotnews - Seng ( zinc ) London jatuh untuk sesi ketiga beruntun, Selasa, dan menembus level terendah dalam lebih dari dua pekan di tengah kekhawatiran atas sengketa perdagangan AS-China, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Sementara, tembaga turun untuk sesi keempat berturut-turut.
Pejabat Amerika Serikat dan China mengungkapkan harapannya, Senin, bahwa putaran perundingan terbaru akan membawa mereka lebih dekat untuk mengurangi perang dagang tujuh bulan mereka, tetapi misi Angkatan Laut AS melewati Laut China Selatan yang disengketakan membayangi pertemuan di Beijing.
"Logam dasar tertekan di bawah meningkatnya ketegangan perdagangan," kata ANZ. "Namun, dolar AS yang lebih kuat juga memengaruhi selera investor."
Harga seng untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,2 persen menjadi USD2.638 per ton pada pukul 14.06 WIB, setelah jatuh di awal sesi menjadi 2.626,50 per ton, terendah sejak 25 Januari, demikian laporan  Reuters , Selasa (12/2). Harga seng di Shanghai anjlok satu persen menjadi 21.620 yuan per ton.
Sementara itu, tembaga LME turun 0,2 persen menjadi USD6.135 per ton dan tembaga Shanghai kehilangan 0,5 persen menjadi USD48.110 per ton.
China menyatakan kemarahannya, Senin, atas misi AL Amerika melewati Laut China Selatan yang disengketakan setelah Presiden Donald Trump, pekan lalu, mengatakan tidak berencana untuk bertemu Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret untuk kesepakatan perdagangan.
Investor China, kembali beraktivitas Senin setelah libur Tahun Baru Imlek selama seminggu, tampaknya lebih fokus pada berita yang suram ketimbang optimisme yang diungkapkan oleh pemerintah tentang putaran terbaru perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Di sisi lain, ada tekanan lebih lanjut pada harga tembaga setelah BUMN tambang Chili, Codelco, mengatakan pihaknya berharap bisa memulai kembali operasi secepatnya di tambang tembaga Chuquicamata.
Dolar bertahan stabil terhadap mata uang utama lainnya, Selasa, melayang mendekati level tertinggi 2019 karena ketegangan perdagangan AS-China dan kekhawatiran pertumbuhan global mendukung daya tarik  safe-haven   greenback . (ef)

Sumber : Admin