News & Research

Reader

Bursa Siang: Market Asia Variatif Merespons Lonjakan Inflasi USA, IHSG Geser ke Zona Pelemahan 
Thursday, January 13, 2022       13:06 WIB

Ipotnews - IHSG kembali mengalami tekanan saat sesi I berakhir pada perdagangan hari Kamis (13/1). IHSG merosot turun sebesar 0,14 persen (10 poin) ke level 6.637.
Indeks LQ45 +0,37% ke 943.
Indeks IDX30 +0,36% ke 504.
Indeks IDX80 +0,42% ke 132.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +0,50% ke 561.
Indeks Kompas100 +0,53% ke 1.178.
Indeks Sri Kehati +0,46% ke 371.
Indeks SMInfra18 +0,35% ke 296.
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Saham Teraktif: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp5,82 triliun. Volume perdagangan sebanyak 132,18 juta lot saham. Investor asing net buy Rp274,97 miliar. Rupiah menguat 0,10 persen terhadap USD di level Rp14.309 (12.00 PM).
Bursa Asia
Market saham Asia bervariatif pada hari Kamis (13/1), sementara dolar AS tergelincir karena investor global menilai bahwa data inflasi AS yang kuat tidak cukup mengkhawatirkan untuk mengubah prospek suku bunga Federal Reserve yang sudah hawkish.
Inflasi USA naik 7 persen, merupakan level tertinggi tahunan dalam 40 tahun terakhir. Para investor telah kembali diyakinkan oleh fakta bahwa kenaikan inflasi tersebut bukan kejutan karena the Fed tampak menyiapkan kenaikan suku bunga segera di bulan Maret.
"Pasar di Asia dimana tekanan inflasi umumnya lebih tenang dapat menawarkan peluang lindung nilai risiko yang menarik, kata Jim McCafferty, analis Nomura. "Bila Anda investor global dan Anda telah melihat penguatan signifikan pasar USA selama 2021. Jika inflasi sebagai ancaman maka banyak investor mungkin tergoda untuk merelokasi dana dari developed market ke kombinasi developed markets di Barat dan developing markets di Asia Timur," ujarnya.
Pasar saham Jepang terkoreksi paling signifikan di regional. Indeks Nikkei 225 melorot 0,8 persen sementara Indeks Topix turun 0,49 persen. Saham ritel menekan bursa Jepang. Seven & I drop 3,68 persen dan Fast Retailing drop 1,53 persen. Di bursa Korsel, Indeks Kospi down 0,15 persen.
Pasar saham China mixed. Indeks Shanghai Composite flat dan Indeks Shenzhen Component melemah 0,77 persen. Market saham Hong Kong bergerak menguat setelah Indeks Hang Seng naik 0,26 persen.
Bursa saham Australia ke zona hijau. Indeks S&P/ASX200 naik 0,64 persen ditopang emiten finansial dan pertambangan. Saham Rio Tinto naik 3 persen dan BHP naik 4 persen.
Indeks dolar AS ke level 94,988 dari sesi sebelumnya di atas kisaran level 95 pekan lalu.
Kurs Yen naik di posisi 114,54 terhadap USD dari sebelumnya di 115.
Nilai tukar dolar Australia naik ke level $0,7279 terhadap dolar AS.
Minyak
Harga minyak tergelincir turun pada hari Kamis (13/1) pagi, memangkas keuntungan besar dari dua sesi sebelumnya, di tengah ketidakpastian atas permintaan jangka pendek karena kasus varian Omicron yang sangat menular dari virus corona melonjak di seluruh dunia.
Minyak Brent drop 0,2 persen ke harga USD84,48 per barel. Minyak WTI melorot 0,2 persen ke harga USD82,44 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

2,430
5.7 %
130 %

2,312

BidLot

2,531

OffLot