News & Research

Reader

Bursa Siang: Rally Wall Street Jadi Penggerak, Saham Asia dan IHSG Kompak Menghijau 
Wednesday, October 05, 2022       12:25 WIB

Ipotnews - IHSG bergerak mantap ke zona penguatan pada akhir perdagangan sesi I hari Rabu (5/10). IHSG mendaki naik 0,71% (50 poin) ke level 7.122. Seluruh sektor saham ke zona hijau. Penguatan IHSG dimotori sektor saham transportasi yang melaju 2,42 persen.
Total nilai transaksi sebesar Rp7,19 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 161,37 juta lot saham. Rupiah naik 0,27% terhadap USD ke level Rp15.206 (11.30 AM).
Indeks LQ45 +0,59% ke 1.020.
Indeks IDX30 +0,65% ke 539.
Indeks IDX80 +0,77% ke 143.
Indeks JII +0,90% ke 620.
Indeks Kompas100 +0,77% ke 1.270.
Indeks SMinfra18 +0,42% ke 341.
Top Gainer LQ45: , , , , , , .
Top Loser LQ45: , , , , , , .
Saham teraktif: , , , , , , .
Bursa Asia
Market saham di Asia-Pasifik bergerak lebih tinggi pada trading hari Rabu (5/10) setelah saham AS rally untuk hari kedua.
Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 5,47% setelah kembali diperdagangkan pasca liburan. Indeks Hang Seng Tech melonjak 7,4% lebih tinggi.
Nikkei 225 di Jepang naik 0,45%, mendorong di atas level 27.000. Sedangkan Indeks Topix bertambah 0,37%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,15% dan Indeks Kosdaq menyerahkan keuntungan awal untuk jatuh 1,5%. Indeks S&P/ASX 200 di Australia naik 1,72%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 2,37%.
Di sisi ekonomi, inflasi di Korea Selatan sedikit melambat pada bulan September, menurut data resmi yang dirilis Rabu. Pasar saham daratan China masih tutup untuk liburan Golden Week, dan pasar saham India juga tutup untuk liburan.
Di Wall Street semalam, pasar saham AS melonjak untuk sesi kedua. Dow Jones Industrial Average melonjak 825,43 poin, atau 2,8%, menjadi 30.316. Indeks S&P500 naik hampir 3,1% menjadi 3.790 dan Indeks Nasdaq Composite naik 3,3% menjadi 11.176.
"Tidak dapat disangkal bahwa data ekonomi AS yang masuk memiliki andil dalam pergerakan ekuitas, obligasi, dan mata uang sejauh minggu ini," tulis Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank.
Laporan Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja AS memunculkan "kejutan penurunan besar" yang tidak dapat diabaikan, tulis Attrill. Ini adalah "tanda pertama yang berarti dari beberapa retakan" di pasar tenaga kerja, meskipun masih sangat ketat, tambahnya.
Indeks Mata Uang Dolar AS turun 1,5% ke level 110,06. Yen melemah terhadap USD ke level 144,18. Dolar Australia melemah terhadap USD ke level $0,6481. Dolar Singapura terkoreksi 0,08 persen.
Minyak
Perjalaan harga minyak naik tipis pada perdagangan hari Rabu (5/10) menjelang pertemuan OPEC plus untuk mendiskusikan pemangkasan produksi secara signifikan yang mana para analis melihat sebagai pengetatan pasar. Minyak Brent menguat 11 sen menjadi $91,91 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 5 sen ke harga USD86,57 per barel.
(idx/reuters/cnbc/bloomberg)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM