News & Research

Reader

Bursa Sore: IHSG Teriris Tipis, Saham Asia Hijau Mengabaikan Kekhawatiran Lonjakan Inflasi  
Friday, May 13, 2022       15:32 WIB

Ipotnews - IHSG kembali ke teritori negatif pada finis perdagangan hari Jumat (13/5) setelah bergejolak di sepanjang sesi. Sempat naik tipis di sesi I, IHSG akhirnya menipis 2 poin (0,03 persen) ke level 6.597.
Indeks LQ45 +0,27% ke 995
Indeks IDX30 +0,15% ke 533.
Indeks IDX80 +0,52% ke 141.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +0,61% ke 590.
Indeks Kompas100 +0,36% ke 1.228.
Indeks Sri Kehati +0,41% ke 396.
Indeks SMInfra18 +0,36% ke 309.
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Saham Teraktif: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp18,70 triliun. Volume perdagangan sebanyak 226,56 juta lot saham. Investor asing net sell Rp2,29 triliun. Rupiah drop 0,10 persen terhadap USD di level Rp14.612 (03.30 PM).
Bursa Asia
Pasar Saham di Asia ke zona hijau pada perdagangan hari Jumat (13/5) saat sesi sore disertai sikap pasar melihat pergerakan mingguan layaknya rollercoaster karena investor menilai inflasi dan prospek ekonomi global.
Kekhawatiran atas inflasi dan prospek ekonomi telah membebani sentimen investor global dalam beberapa hari terakhir, dengan aset berisiko seperti saham teknologi dan cryptocurrency terpukul. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada Kamis pekan ini mengatakan bahwa mengendalikan inflasi tidak akan mudah dan dia memperingatkan tidak bisa menjanjikan apa yang disebut soft landing bagi perekonomian.
"Benar-benar tidak ada tempat untuk bersembunyi," kata Wolf, kepala strategi investasi untuk Asia di JPMorgan Private Bank. Dia mengutip kekhawatiran seperti risiko pertumbuhan yang luas menciptakan "ketidakpastian jangka pendek" untuk Asia, khususnya pasar negara berkembang di kawasan itu.
"Saya pikir ada titik di mana Anda kehabisan penjual. Saya tidak begitu yakin bahwa ini akan menjadi reli beli saat ini, mungkin reli short-covering menjelang akhir pekan," kata Matt Simpson, analis senior di City Index.
Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang menguat 2,64% ke 26.427. Saham konglomerat Jepang SoftBank Group melonjak 12% meskipun pada Kamis melaporkan rekor kerugian pada unit investasi Vision Fund-nya. Indeks Topix naik 1,91% ke level 1.864.
Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng melonjak 2,33%. Saham China Daratan juga finis ke zona hijau. Indeks Shanghai Composite naik 0,96% ke level 3.084. Sedangkan Indeks Shenzhen Komponen naik 0,585% pada level 11.159.
Indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan naik 2,12% ke 2.604. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di Australia naik 1,93% ke level 7.075. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 1,73% lebih tinggi.
Indeks dolar AS menguat di level 104,592 dari sebelumnya di 104,3. Yen Jepang berada pada level 128,56 yen per dolar, naik dari posisi sebelumnya di posisi 130. Dolar Australia melemah berada di $0,688 dari sesi sebelumnya di $0,70.
Bursa Eropa
Market Eropa menguat di awal sesi pada perdagangan hari Jumat (13/5) pagi waktu setempat karena pasar global terpantau mendapatkan kembali kekuatannya setelah pergerakan pekan yang melelahkan. Investor menilai prospek inflasi dan suku bunga. Indeks DAX (Jerman) +0,59% ke level 13.821. Indeks FTSE (Inggris) +0,75% di posisi 7.287 dan Indeks CAC (Perancis) +0,75% ke posisi 6.252.
Minyak
Gerak harga minyak menguat di awal sesi pada perdagangan hari Jumat (13/5) namun mengarah ke pelemahan mingguan pertama dalam 3 pekan terakhir. Hal ini terjadi seiring kekhawatiran terhadap inflasi dan lockdown covid-19 di China memperlambat pertumbuhan global, mengimbangi kebuntuan pasokan energi dari Rusia. Minyak Brent melaju 1,6% di level $109,13 per barel. Sementara minyak WTI USA menguat 1,3 persen ke posisi USD107,53 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

1,710
-0.3 %
-5 %

2,888

BidLot

6,970

OffLot