News & Research

Reader

Ekonomi RI Q4 2021 akan Tumbuh Lebih Tinggi, Prospek Tetap Cerah: Bank Mandiri
Wednesday, December 08, 2021       16:14 WIB

Ipotnews - PTBank Mandiri Tbk () optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi pada triwulan IV 2021, dibandingkan dengan triwulan III 2021.Prospek pemulihan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap cerah, dengan terus terkendalinya pandemi Covid-19 dan berlanjutnya implementasi vaksinasi. Namun demikian, tantangan ke depan masih cukup tinggi seiring dengan munculnya varian baru, Omicron, dan rencana Federal Reserve AS untuk mempercepat pengetatan kebijakan moneternya.
"Dengan masih tingginya risiko ketidakpastian global, otoritas perekonomian perlu tetap berhati- hati dalam memacu pemulihan ekonomi. Di sisi lain, pelonggaran mobilitas harus dilakukan dengan hati-hati, dan protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik," kataDirektur Treasury & International Banking, Bank Mandiri,Panji Irawan,dalam  media gathering & macroeconomic outlook  secara virtual, Rabu (8/12).
Panji menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia pada triwulan III 2021 terlihat tumbuh namun melambat, karena dampak dari penyebaran varian delta yang menyebabkan diberlakukannya PPKM Darurat pada awal bulan Juli 2021. PDB domestik pada triwulan III 2021 tumbuh 3,52%, menurun dibandingkan dengan pertumbuhan PDB pada triwulan II 2021 yang sebesar 7,07%yoy.
"Namun hal ini wajar dan lumrah karena hampir seluruh negara, terutama negara-negara besar di dunia pada periode yang sama juga mengalami perlambatan karena dampak dari penyebaran varian delta Covid-19," ujar Panji.
Bank Mandiri optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi pada triwulan IV 2021, dibandingkan dengan triwulan III 2021. Memasuki triwulan IV 2021, berbagai indikator ekonomi di dalam negeri menunjukkan perbaikan. Mobilitas masyarakat pada bulan November 2021 telah meningkat melampaui level pra-pandemi. "Indeks keyakinan konsumen (IKK) pada bulan Oktober 2021 mengalami kenaikan signifikan menjadi 113,4," ujar Panji.
Panji memaparkan, Indonesia sempat berada pada level pesimis selama tiga bulan berturut-turut dari bulan Juli sampai September 2021 karena memproteksi kesehatan dan keselamatan rakyat melalui penerapan PPKM .  Leading indicator  Mandiri Spending Index terus mengalami kenaikan signifikan dan sampai dengan tanggal 14 November mencapai level 137,0, mendekati puncak belanja pada saat Lebaran tahun 2021 yang berada pada posisi 137,5. Indeks manufaktur PMI selama tiga bulan berturut-turut, pada bulan September hinggaNovember 2021 juga telah menunjukkan kondisi yang ekspansif.
Inflasi di dalam negeri juga masih relatif terkendali. Sampai dengan bulan November 2021 tercatat mengalami kenaikan menjadi 1,75% yoy, masih di bawah rentang target Bank Indonesia yang sebesar 31%. "Kami memperkirakan inflasi masih akan tetap terkendali dan berada di bawah target BI sampai dengan akhir tahun 2021 ini."
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan surplus yang terus meningkat. Pada bulan Oktober 2021, surplus neraca perdagangan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD5,7 miliar. Neraca transaksi berjalan Indonesia pada triwulan III 2021 mengalami surplus USD4,47 miliar atau 1,49% terhadap PDB, didorong oleh peningkatan surplus neraca barang. "Kondisi Indonesia yang sangat baik diperkirakan akan mampu menahan gejolak pasar yang timbul karena dampak dari normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju khususnya AS."
Kebijakan moneter dan fiskal masih tetap akomodatif di tengah masih tingginya risiko ketidakpastian pandemi Covid-19. Inflasi yang terkendali memberi ruang kepada BI untuk tetap menahan suku bunga kebijakan pada level terendah sepanjang sejarah pada 3.5% untuk mendukung pemulihan ekonomi. Di sisi fiskal, realisasi belanja Pemerintah terus ditingkatkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kontribusi APBN terhadap pemulihan ekonomi antara lain juga didukung oleh kinerja program-program penanganan COVID-19.
"Realisasi PEN sampai dengan tanggal 19 November 2021 telah mencapai IDR495,8 triliun atau 67% dari pagu yang sebesar IDR744,8 triliun," tutup Panji. (Adhitya)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

7,200
0.3 %
25 %

4,508

BidLot

809

OffLot