News & Research

Reader

Laju Minyak Terhenti, Kelesuan Ekonomi Global Jadi Penghambat
Saturday, January 12, 2019       06:56 WIB

Ipotnews - Harga komoditas minyak turun 2 persen pada perdagangan akhir pekan ini. Pelemahan terjadi di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.
Minyak WTI di pasar futures melemah 1,9 persen ke harga USD51,59 per barel. Harga minyak Brent di market futures drop 1,9 persen ke harga USD60,53 per barel.
Tekanan terhadap market komoditas minyak pada Jumat menjadi akhir dari penguatan harga dalam 9 hari secara beruntun di pasar futures. Penguatan WTI ini terbaik terhitung sejak Januari 2010 dan terbaik sejak April 2007 bagi Brent.
Secara mingguan, harga minyak WTI naik 7,5 persen. Brent naik 6 persen. Kedua benchmark harga minyak global tersebut menguat untuk kedua pekannya.
Para pemodal masih cemas terhadap data perlambatan ekonomi akhir-akhir ini. Data tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. China berencana menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen hingga 6,5 persen di tahun 2019 dibanding target tahun lalu sebesar 6,5 persen, demikian menurut seorang sumber Reuters. China bersiap untuk mengatasi kenaikan tarif barang impor China oleh USA. Faktor melemahnya demand domestik juga menjadi penyebab penentu target pertumbuhan ekonomi tersebut.
"Bila kita berpengalaman pada perlambatan ekonomi, pelemahan harga minyak karena faktor relasinya terhadap pertumbuhan (ekonomi)," kata Hue Frame, Analis pada Frame Funds (Sydney) seperti dikutip CNBC .
Dari sisi suplai, market komoditas minyak mendapat support dari kesepakatan pemangkasan produksi yang dipelopori OPEC . Kesepakatan tersebut bertujuan mengendalikan banjir pasokan yang muncul pada paruh kedua tahun 2018.
Harga minyak juga mendapat topangan dari penurunan ekspor minyak Iran sejak November 2018 saat USA mulai menjatuhkan sanksi terhadap Iran.
Peran penting adanya banjir suplai adalah USA yang mana tingkat produksi minyak negara tersebut naik ke level rekor menjadi sebanyak 11,7 juta barel per hari. Lembaga konsultan Energi, JBC Energy pada pekan ini mengatakan kemungkinan produksi minyak USA telah naik signifikan di atas 12 juta barel per hari pada bulan ini.
(reuters/cnbc/mk)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM