News & Research

Reader

Aktifitas Bongkar Muat IPCC Berjalan Normal Walau Ada Sentimen Virus Corona
Thursday, March 26, 2020       14:48 WIB

Ipotnews - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk () menegaskan bahwa hingga saat ini perseroan masih tetap beroperasi normal meskipun sektor industri tengah terdampak wabah virus corona.
Hal ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan. Meski layanan tetap berjalan, menerapkan sistem pembagian shift bergilir bagi petugas operasional dengan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) operasi yang terstandardisasi.
Investor Relation , Reza Priyambada mengatakan kebijakan operasional ini didasari karena selama ini perseroan menjadi garda terdepan negara dalam melayani ekspor-impor produk otomotif. Oleh sebab itu pelayanan bongkar muat tetap berjalan normal selama 24 jam penuh.
Diakui Reza bahwa akibat wabah corona, kegiatan ekspor dan impor untuk segmen CBU, dalam beberapa pekan terakhir ini mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena beberapa negara tujuan ekspor sudah melakukan pembatasan. Diantaranya, Malaysia dan Filipina sehingga praktis pengiriman untuk tujuan ke dua negara tersebut mengalami penurunan untuk sementara waktu.
"Adapun pangsa pasar dari kedua negara tersebut ialah masing-masing sekitar 29 persen dan 1 persen dari total jumlah ekspor CBU," kata Reza dalam keterangannya, Kamis (23/3).
Hingga pertengahan Maret 2020, total ekspor CBU ke Filipina mencapai 6.455 unit atau lebih rendah 1,56 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sejumlah 6.557 unit. Sementara, unit CBU yang di ekspor ke Malaysia hingga pertengahan Maret 2020 mencapai 128 unit atau turun 58,84 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sejumlah 311 unit.
Selain CBU, untuk segmen alat berat pun juga mengalami penurunan untuk kedua negara tersebut. Hingga pertengahan Maret 2020, pengiriman ekspor alat berat ke Filipina turun 32,43 persen YoY menjadi 25 unit. Sedangkan, ke Malaysia turun 58,82 persen menjadi 14 unit alat berat.
Dijelaskannya meski negara-negara tujuan ekspor telah melakukan pembatasan, hingga kini masih belum membatasi kedatangan Kapal RoRo. Menurutnya kapal-kapal tersebut masih bersandar sesuai jadwal rutin tetap. Akan tetapi, dari segi jumlah muatan ada pengurangan. Hal ini terpengaruh dari sejumlah negara yang telah melakukan kebijakan pembatasan aktivitas ekspor impor.
Sementara untuk kegiatan operasional di terminal domestik, terlihat meningkat sedikit yaitu sebesar 6,28 persen. Namun, untuk alat berat cenderung turun drastis mencapai 57,12 persen yang di sebabkan di beberapa daerah menerapkan kebijakan terkait dengan antisipasi penyebaran virus Covid-19. Selain itu, industri otomotif dalam negeri juga mengalami penurunan produksi dikarenakan beberapa komponen yang masih diimpor dari negara lain yang menerapkan kebijakan pembatasan tersebut.
"Diharapkan pembatasan-pembatasan tersebut bersifat sementara dan juga diharapkan masih ada sejumlah negara lain yang tidak mengurangi aktivitas ekspor impor otomotifnya," pungkasnya.
(Marjudin)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM