News & Research

Reader

BCA menargetkan kredit manufaktur tumbuh 7%-8% di 2020
Wednesday, January 15, 2020       15:04 WIB

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk () masih terbuka dalam melakukan pembiayaan di sektor industri pengolahan atau manufaktur tahun ini meskipun pada tahun sebelumnya banyak kredit bermasalah bersumber dari dari sektor ini.
BCA meyakini, pembiayaan sektor manufaktur masih akan tumbuh tahun ini. Bank swasta terbesar tanah air ini menargetkan kredit di sektor ini tumbuh mengikuti target kredit secara keseluruhan yang ditetapkan sebesar 7%-8%.
 EVP Secretariat & Corporate Communication  BCA Hera F. Haryn mengatakan, pihaknya akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit di sektor manufaktur agar mencegah terjadinya kredit bermasalah.
"Kami akan mengutamakan penyaluran kredit kepada nasabah yang memiliki rekam jejak yang baik dan memiliki prospek bisnis yang baik dan potensial," kata Hera pada Kontan.co.id, Selasa (14/1).
Hera menegaskan, dalam menyalurkan kredit BCA tetap melakukan diversifikasi pada berbagai sektor ekonomi sehingga dapat meminimalisasi risiko konsentrasi kredit pada sektor tertentu. Adapun  outstanding  kredit bank ini ke industri pengolahan per September 2019 tercatat sebesar Rp 115,57 triliun atau tumbuh 9,2% secara year on year  (YoY).
Secara keseluruhan, BCA melihat kondisi industri perbankan tahun ini masih menantang. Itu sebabnya, bank ini hanya mematok target kredit hanya tumbuh  single  digit.
Berdasarkan data BI, penyaluran kredit secara nasional di sektor industri pengolahan tercatat sebesar Rp 880,8 triliun per November 2019. Itu hanya tumbuh 5,43% dari November 2018. Sementara pada periode yang sama tahun lalu masih tumbuh 8,11%.
BI mencatat ekspansi industri manufaktur mengalami perlambatan pada kuartal IV 2019. Itu tercermin dari data Prompt Manufacturing Index (PMI) BI yang hanya tercatat 51,5%. Itu lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tercatat 52,04%. Ekspansi industri pada kuartal itu terjadi pada sebagian besar subsektor dengan ekspansi tertinggi pada industri semen dan barang galian non-logam.
Namun, BI memperkirakan ekspansi manufaktur pada kuartal I 2020 akan lebih tinggi dari triwulan IV 2019. PMI di periode itu diprediksi akan naik ke level 52,73% di mana ekspansi tertinggi diperkirakan terjadi pada industri semen dan barang galian non-logam, lalu diikuti dengan peningkatan kinerja pada industri barang kayu dan hasil hutan lainnya, serta industri makanan, minuman dan tembakau.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM