News & Research

Reader

Bursa Sore: Ekspektasi Lockdown Bikin Laju IHSG Tertahan       
Tuesday, June 30, 2020       15:49 WIB

Ipotnews - IHSG tetap berada di zona penguatanpada finis perdagangan hari Selasa (30/6). Penguatan IHSG sedikit susut setelah hanya naik +0,07 persen (+3 poin) ke level 4.905.
Penguatan IHSG tertahan. Laju tersebut tertahan setelah investor pada satu sisi bereaksi positif terhadap sinyal pemulihan ekonomi global pasca menguatnya indeks PMI China. Tetapi di sisi lain, para pemodal merespon negatif terhadap ekspektasi penerapan lockdown di banyak negara dengan kasus corona naik lagi.
Indeks LQ45 -0,45% ke 756.
Indeks IDX30 -0,51% ke 412.
Indeks IDX80 -0,26% ke 107.
Jakarta Islamic Indes (JII) -0,80% ke 533.
Indeks Kompas100 -0,25% ke 972.
Indeks Sri Kehati -0,51% ke 304.
Indeks SM Infra18 -0,58% ke 238.
Saham Teraktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp6,91 triliun. Volume perdagangan sebanyak 82,26 juta lot saham. Investor asing net sell Rp489,10 miliar.
Nilai tukar rupiah melorot 0,07 persen ke level Rp14.180 terhadap USD (03.30 PM).
Bursa Asia
Market saham Asia bangkit ke zona hijau pada perdagangan hari Selasa (30/6) seiring data indikator ekonomi China positif dan USA membantu untuk menutup kuartal tahun ini secara kuat. Meskipun demikian lonjakan kasus infeksi global menggarisbawahi iklim investasi yang menantang.
"Pasar telah melihat rilis data makro ekonomi selama beberapa minggu terakhir dari AS, zona Eropa dan China. Data ekonomi China ini hanya menegaskan fakta bahwa ada percepatan yang lebih baik dari perkiraan dari perspektif makro," ujar Cedric Chehab, Analis pada Fitch Solution seperti dikutip CNBC .
Tetapi pada sisi lain, kata dia, ada tarik menarik di pasar antara data makro yang membaik dan data kasus infeksi corona yang memburuk. "Lockdown menyeluruh di AS atau negara lain akan membuat lebih banyak risiko koreksi lebih besar di pasar saham," tambahnya.
Indeks Nikkei 225 naik 1,33 persen ke 22.288 saat akhir sesi. Indeks Topix menguat 0,62 persen ke 1.558. Pasar saham Korsel juga unjuk kekuatan setelah Indeks Kospi mencetak gain 0,71 persen ke 2.108.
Produksi industri Jepang periode Mei turun 8,4 persen (MoM). Penurunan ini lebih besar dari perkiraan para analis yang memproyeksikan pelemahan sebesar 5,6 persen.
Pasar saham China bergerak solid ke zona hijau. Indeks Shanghai Composite naik 0,78 persen ke 2.984. Indeks Shenzhen Component melaju 2,042 persen ke 11.942. Indeks Manufaktur China periode Juni ke level 50,9 atau di atas perkiraan para analis sebesar 50,4. Indeks PMI China tersebut juga merangkak naik dibanding periode Mei di level 50,6 poin.
Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong naik 0,25 persen ketika finis perdagangan. Saham unggulan di bursa tersebut AIA naik 1,17 persen. Hal ini terjadi setelah China meloloskan UU Security yang kontroversial bagi negara kota tersebut.
Pasar saham Australia mengikuti jejak penguatan pasar regional. Indeks S&P/ASX200 mendaki 1,43 persen ke 5.897. Indeks acuan market regional, MSCI Asia Pacific terdongkrak 0,62 persen.
Indeks dolar AS melaju ke level 97,66 dari sesi sebelumnya pada level 97,389.
Kurs yen drop tipis ke 107,65 dari sesi sebelumnya di level 107,5 yen.
Kurs dolar Australia melemah ke level $0,6852 dari sesi lalu di posisi $0,6885
Bursa Eropa
Market saham Eropa mixed saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (30/6) pagi waktu setempat. Para pelaku pasar dilambungkan oleh sinyal pemulihan ekonomi di China. Pan European Stoxx 600 Index bergerak fluktuatif.
Indeks DAX (Jerman) +0,08% pada posisi 12.241.
Indeks FTSE (Inggris) -0,31% di level 6.206.
Indeks CAC (Perancis) -0,04% ke posisi 4.943.
Minyak
Harga minyak tergelincir pada perdagangan hari Selasa (30/6) sore. Para trader melakukan profit taking setelah sesi sebelumnya naik tajam. Perusahaan minyak Libya menandai kemajuan pembicaraan untuk melanjutkan ekspor sehingga berpotensi meningkatkan suplai.
Minyak WTI melemah 33 sen ke level USD39,37 per barel. Sedangkan minyak Brent turun 24 sen ke level USD41,61 per barel. (06.10 GMT)
(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM