News & Research

Reader

Bursa Sore: Nilai Transaksi Melonjak, Laju IHSG Tanpa Kendala
Friday, October 18, 2019       16:28 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat pada perdagangan hari Jumat (18/10), meneruskan penguatan yang terjadi Kamis kemarin. Indeks menanjak +10 poin (+0,18 persen) ke level 6.191.
Indeks LQ45 +0,71% ke 974. Indeks IDX30 +0,73% ke level 531. Indeks IDX80 +0,63% ke 138. Indeks JII -0,23% ke posisi 681. Indeks Kompas100 +0,23% ke 1.242. Indeks Sri Kehati +0,56 persen ke 387. Indeks SMInfra18 +0,70 persen ke level 326.
Saham-saham teraktif: , , , , , , .
Saham-saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham-saham top losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi mencapai Rp10,29 triliun. Volume trading sebanyak 164,71 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp338,61 miliar.
Nilai tukar rupiah naik +0,03 persen ke level Rp14.139 terhadap USD (04.00 pm).
Bursa Asia
Market saham Asia terpuruk pada perdagangan hari Jumat (18/10) seiring data pertumbuhan China yang dirilis hari ini lebih buruk dari perkiraan. Konflik perdagangan berkepangan dengan AS terus menekan pertumbuhan ekonomi China.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) turun 0,30 persen
Market saham China melemah saat sesi pagi. Indeks Shenzhen Component drop -1,16 persen ke 9.533. Indeks Shenzhen Composite down -1,17 persen di 1.616. GDP China hanya tumbuh 6,0 persen (YoY), lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 6,1 persen.
Tim Analis Macquire berpandangan China sekarang harus mempercepat stimulus dalam 1-2 kuartal ke depan jika ingin memenuhi target pertumbuhan antara 5,5 persen dan 6 persen pada tahun selanjutnya.
Sengketa proteksi perdagangan China dengan AS telah membebani perekonomiannya. Pertumbuhan ekonomi China di kuartal terakhir sebesar 6,2 persen merupakan terendah dalam 27 tahun terakhir. Pemerintah China pada hari Kamis kemarin telah menekankan bahwa AS harus menghapus kebijakan tarif impor agar kedua negara mencapai kesepakatan final untuk mengatasi perang dagang.
"Tidak terkendali, konflik dagang AS - China akan menekan pertumbuhan ekonomi di bawah 6 persen mengingat secara struktural pertumbuhan terjadi secara moderat hingga 5 persen dalam 5-10 tahun ke depan," kata Vishnu Varathan, Analis pada Mizuho Bank.
Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng juga bergerak melemah. Saham-saham properti yang menjadi bintang pada perdagangan hari Kamis, hari ini terkoreksi. Saham New World Development turun 1,07 persen. Henderson Land turun 1,68 persen. CK Asset drop 0,46 persen.
Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang menguat saat akhir sesi perdagangan. Sementara itu Indeks Kospi (Korsel) drop 0,83 persen ke posisi 2.060.
Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia melorot -0,52 persen ke level 6.649. Pelemahan di bursa saham Australia dimotori saham-saham banking, di antaranya National Australia Bank turun 0,35 persen. Commonwealth Bank turun 0,59 persen. ANZ turun 0,68 persen. Westpac turun 0,83 persen.
Indeks dolar AS melemah ke level 97,614 dibandingkan sesi sebelumnya di pekan ini pada posisi 98,113.
Nilai tukar yen menguat ke posisi 108,54 terhadap USD dibanding posisi sesi pekan lalu di level 108,67 yen.
Dolar Australia naik ke posisi $0,6829 dibanding sesi sebelumnya di level $0,6819.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,18% ke level 22.492.
Indeks Shanghai (China) -1,32% ke posisi 2.938.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,48% pada level 26.719.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,38% pada level 3.114.
Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (18/10) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi karena pada pemodal memburu sinyal apakah akan terjadi kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.
Indeks DAX (Jerman) -0,02% pada posisi 12.652.
Indeks FTSE (Inggris) -0,35% ke level 7.157.
Indeks CAC (Perancis) -0,33% di posisi 5.654.
Oil
Harga minyak terkoreksi lagi di sesi sore pada perdagangan hari Jumat (18/10) di tengah kekhawatiran atas demand dari China karena importir minyak terbesar dunia tersebut mencatat pertumbuhan ekonomi terlemah dalam 3 dekade terakhir, akibat perang dagang dengan AS.
Minyak Brent drop 21 sen ke harga USD 59,70 per barel (06:46 GMT). Minyak WTI melemah 4 sen ke harga USD 53,89 per barel.
(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM