News & Research

Reader

Bursa Sore: Pasar Regional Lesu Saat Sebagian Besar Libur, IHSG Finis Melemah  
Monday, June 14, 2021       16:18 WIB

Ipotnews - IHSG akhirnya menyerah ke zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (14/6) awal pekan ini. Akibat tekanan, IHSG merosot -0,25 persen (-16 poin) ke posisi 6.080.
Indeks LQ45 -0,64% ke 895.
Indeks IDX30 -0,78% ke 478.
Indeks IDX80 -0,74% ke 127.
Jakarta Islamic Indes (JII) -1,16% ke 559.
Indeks Kompas100 -0,67% ke 1.116.
Indeks Sri Kehati -0,69% ke 343.
Indeks SMInfra18 -0,91% ke 304.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp9,59 triliun. Volume perdagangan sebanyak 229,59 juta lot saham. Investor asing net buy Rp337,39 miliar.
Rupiah bergerak melemah 0,10 persen terhadap USD ke kevel Rp14.202 (03.30 PM).
Bursa Asia
Gerak market saham Asia terbatas sementara pasar saham global perkasa pada perdagangan hari Senin (14/6). Yield US Treasury merosot ke level terendah dalam 3 bulan terakhir. Para investor memperkirakan the Fed tetap bertahan dengan kebijakan dovishnya pada meeting pekan ini.
Secara global, pasar menikmati prospek pemulihan ekonomi yang meluas dari pandemi virus corona dan antisipasi berlanjutnya kebijakan moneter dovish the Fed. Volume perdagangan di Asia dalam kisaran sempit di tengah libur bursa saham Hong Kong, Australia dan China.
Rally muncul sekalipun data inflasi USA yang dirilis hari Kamis pekan lalu melampaui ekspektasi pasar serta data inflasi di tingkat pabrikan China yang juga melonjak. Para investor menilai lonjakan kedua indikator perekonomian di USA dan China tersebut bersifat sementara. Yield US Treasury berada di posisi 1,4602 persen menjelang meeting the Fed pekan ini.
Para investor memperkirakan the Fed akan mengulangi pandangan dovishnya pada meeting 2 hari mulai Selasa pekan ini. Sementara beberapa anggota dewan the Fed mengatakan bahwa bank sentral akan mulai membicarakan pengurangan pembelian obligasi yang mana para investor berpikir sebagian besar pembuat kebijakan the Fed masih lebih memilih untuk menunggu lebih lama.
"Tidak akan terdapat kejutan dari the Fed pada pekan ini," kata Norihiro Fujito, Chief Investment Strategis dari Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities seperti dikutip Reuters. Tetapi dalam jangka pandang, ada risiko Fed menjadi berlebihan.
Pasar saham Jepang menghijau saat akhir sesi. Indeks Nikkei 225 naik 0,74 persen ke 29.161 dan Indeks Topix menguat 0,29 persen di 1.959. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel menguat tipis ke level 3.252.
Indeks di Market saham Asia Tenggara di antaranya Straits Times sebagian merosot ke zona merah sebesar 0,1 persen. Indeks Nifty 50 (India) turun 0,41 persen dan BSE Sensex drop 0,35 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melemah 0,15 persen. Market saham Australia, China, dan Hong Kong libur nasional.
Indeks dolar AS naik tipis ke 90,526 dari level sebelumnya di posisi 90,3.
Kurs yen drop tipis ke posisi ke 109,65 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,5.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,7708 dari sebelumnya di $0,774.
Bursa Eropa
Market saham Eropa menghijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (14/6) pagi waktu setempat. Para investor menatap ke arah meeting the Fed periode bulan Juni pada pekan ini.
Indeks DAX (Jerman) +0,59% ke level 15.785.
Indeks FTSE (Inggris) +0,65% pada posisi 7.180.
Indeks CAC (Perancis) +0,59% di level 6.639.
Minyak
Harga minyak terus menanjak naik saat sesi sore pada perdagangan hari Senin (14/6) di pasar komoditas Asia. Prospek penguatan demand BBM seiring program vaksin virus corona yang terus meningkat telah menolong penghapusan pembatasan perjalanan selain faktor ketatnya pasokan.
Minyak WTI naik 0,7 persen (47 sen) per barel ke harga USD71,38 per barel. Minyak Brent menguat (51 sen) atau 0,7 persen ke harga USD73,20 per barel. (pkl 16.44 GMT)
(cnbc/idx/bloomberg)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM