News & Research

Reader

Bursa Sore: Saham Asia Muram Tertekan Spekulasi Suku Bunga The Fed, IHSG Amankan Posisi  
Thursday, November 25, 2021       15:39 WIB

Ipotnews - IHSG bertahan di teritori penguatan saat sesi II berakhir pada perdagangan hari Kamis (25/11). IHSG merangsek naik sebesar 0,24 persen (16 poin) ke level 6.699.
Indeks LQ45 +0,66% ke 965.
Indeks IDX30 +0,83% ke 515.
Indeks IDX80 +0,48% ke 137.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +0,92% ke 579.
Indeks Kompas100 +0,52% ke 1.210.
Indeks Sri Kehati +1,02% ke 379.
Indeks SMInfra18 +1,11% ke 317.
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Saham Teraktif: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp13,79 triliun. Volume perdagangan sebanyak 259,69 juta lot saham. Investor asing net sell Rp48,27 miliar. Rupiah drop 0,16 persen terhadap USD ke kevel Rp14.287 (03.30 PM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia goyang ke posisi pelemahan saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (25/11), tertekan oleh dolar AS yang terus menguat karena investor berspekulasi kenaikan suku bunga akan lebih cepat di USA dibanding negara ekonomi penting lainnya seperti Jepang dan negara di zona Eropa.
Secara umum, ketika menyangkut alokasi ke pasar saham regional, Kami mengamati dolar AS yang menguat ke level tertinggi baru dan itu merupakan serangan bagi pasar saham emerging market," kata Fook Hien Yap, analis dari Standard Chartered Wealth Management.
Dolar AS mendekati level tertinggi dalam hampir 5 tahun vs yen jepang di level 115,3 yen dan ke posisi $1.1206 dolar terhadap euro yang merupakan level tertinggi 18 bulan terakhir.
"Pasar sekarnag memperkirakan lebih dari dua kali kenaikan (suku bunga acuan the Fed) tahun depan tetapi Kami menilai itu terlalu agresif. Kami memperkirakan sekitar sekali kenaikan suku bunga tahun depan," kata Yap.
Dukungan terhadap USD seiring beberapa pejabat the Fed mengatakan mereka akan membuka percepatan tapering program pembelian obligasi jika inflasi tetap tinggi dan mengubah lebih cepat kenaikan suku bunga, demikian salah satu risalah meeting the Fed pada 2-3 November yang dirilis hari Rabu kemarin.
Indeks Kospi di pasar saham Korsel melemah 0,47 persen ke 2.980. Tekanan ini terjadi setelah bank sentral Korsel menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 1 persen. Kebijakan tersebut sebagian besar telah sesuai dengan perkiraan para analis. Langkah BoK mengekor apa yang diputuskan oleh the Reserve Bank of New Zealand pada Rabu kemarin.
Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng naik 0,24 persen. Pasar saham Tiongkok ke zona merah saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,24 persen ke 3.584 dan Indeks Shenzhen Component turun 0,401 persen finis di 14.827.
Adapun market saham Tokyo menuju ke level penguatan di ujung sesi. Indeks Nikkei 225 naik 0,67 persen ke 29.499. Sementara Indeks Topix naik 0,33 persen pada posisi 2.025. Indeks S&P/ASX200 (Australia) bergerak naik 0,11 persen ke level 7.407. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang juga stagnan.
Indeks dolar AS naik ke level 96,697 dari sesi sebelumnya di kisaran 96,5
Kurs Yen melemah ke posisi 115,34 terhadap USD dari posisi 114,5.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke $0,7208 terhadap USD dari posisi sebelumnya di $0,724.
Bursa Eropa
Market saham Eropa menghijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (25/11) pagi waktu setempat. Para pemodal di pasar saham tersebut terus memantau krisis covid-19 di regional serta perkembangan politik Jerman.
Di pasar saham Jerman, Indeks DAX naik 59 poin ke level 15.955. Indeks FTSE (Inggris) menguat 18 poin pada posisi 7.303 dan market saham Perancis juga menghijau saat Indeks CAC up 30 poin ke 7.078 saat opening.
Minyak
Harga minyak bergerak stagnan pada perdagangan sesi sore hari Kamis (25/11) di pasar Asia. Investor mencermati langkah produsen utama minyak global merespon pelepasan cadangan minyak strategis negara-negara konsumen utama dengan tujuan meredam harga pasar. Bahkan di saat data menunjukkan demand BBM di USA terlihat sehat.
Minyak Brent drop tipis 3 sen ke posisi harga USD82,22 per barel. Sedangkan minyak WTI melorot 9 sen ke harga USD78,30 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM