News & Research

Reader

Dapat izin stock split 1:4, simak strategi Buyung Poetra (HOKI) perbaiki kinerjanya
Thursday, January 28, 2021       09:40 WIB

JAKARTA. Pemegang saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (), emiten produsen beras dengan merek Topi Koki dan menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham ( stock split ) dengan rasio 1:4. Restu tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Rabu (27/1).
Selanjutnya, Buyung Poetra Sembada perlu menunggu persetujuan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendapatkan pernyataan efektif aksi korporasi ini. Direktur PT Buyung Poetra Sembada Tbk Budiman Susilo mengatakan,  stock split  ini bertujuan untuk menarik minat para investor, khususnya investor retail.
"Diharapakan, harga saham yang baru ini menjadi lebih terjangkau dan dapat meningkatkan likuiditas saham ," ungkap dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/1).
Ia optimistis,  stock split  ini dapat meningkatkan jumlah pemegang saham ke depannya.
Di sisi lain, Budiman menyadari, peningkatkan minat investor terhadap saham perlu diiringi dengan strategi untuk mencapai kinerja yang baik.
Oleh karena itu, pada tahun 2021, Buyung Poetra Sembada berencana melakukan diversifikasi produk  consumer goods  berupa makanan dan non-makanan yang dapat dikonsumsi berbagai usia. Produk ini akan dihasilkan oleh anak usaha baru, yakni PT Distribusi Hoki Niaga.
Budiman yakin, diversifikasi ini akan memberikan kontribusi pendapatan bagi perusahaan. Pada tahun 2021, manajemen Buyung Poetra Sembada menargetkan pendapatan perusahaan dapat tumbuh 10%-15% seiring dengan ekonomi yang berangsur pulih.
Sebagai gambaran, sepanjang sembilan bulan pertama 2020, penjualan merosot 23,59% secara tahunan, dari Rp 1,22 triliun menjadi Rp 936,57 miliar.
Buyung Poetra Sembada juga menyiapkan belanja modal atau  capital expenditure (capex)  Rp 100 miliar untuk 2021. Dana ini akan digunakan untuk menambah mesin pengering ( dryer machine ) dan pecah kulit di pabrik yang berlokasi di Pamanukan, Subang, Jawa Barat, serta melanjutkan peningkatan total kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik di Tugumulyo, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
Buyung Poetra Sembada menargetkan, kapasitas produksi dapat mencapai 75 ton per jam pada 2021, lalu ditingkatkan lagi menjadi 95 ton per jam pada 2022. Selain di Jawa Barat dan Sumatra Selatan, Buyung Poetra Sembada juga memiliki pabrik di Pasar Induk Cipinang, Jakarta serta gudang di Sidoarjo, Jawa Timur.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM