News & Research

Reader

Data Lapangan Pekerjaan USA Lebih Baik Dari Ekspektasi, Harga Emas Turun
Saturday, March 06, 2021       09:15 WIB

Ipotnews - Kilau emas makin suram pada perdagangan akhir pekan ini, ke harga terendah dalam 9 bulan terakhir. Pelemahan harga emas terjadi setelah data lapangan pekerjaan USA lebih baik dari perkiraan sehingga menopang dolar AS dan imbal hasil US Treasury. Pada akhir pekan ini, harga emas juga turun secara mingguan untuk ketiga pekan beruntun.
Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen ke harga USD 1.695,22 per ons setelah jatuh ke level terendah sejak 8 Juni tahun lalu di harga USD1.685,40 di sesi tersebut. Pada pekan ini emas spot turun 2 persen. Sedangkan harga emas di bursa berjangka USA turun 0,4 persen ke harga USD 1.693,10 per ons.
"Optimisme ekonomi yang bergerak maju terus mendorong yield obligasi lebih tinggi dan tentunya telah menghilangkan peluang di pasar komoditas, termasuk emas," ujar David Meger, Analis Komoditas di lembaga High Ridge Futures.
Data menunjukkan lapangan pekerjaan AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, meningkatkan harapan seputar pemulihan ekonomi yang cepat didorong oleh stimulus fiskal besar-besaran dan dorongan program vaksinasi. Data ekonomi yang kuat mengangkat patokan imbal hasil Treasury 10-tahun ke level tertinggi sejak Februari 2020, sementara dolar AS juga melonjak.
Chairma Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Kamis mengulangi janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar dan mengalir sampai orang Amerika kembali bekerja.
Namun, komentarnya mengecewakan investor emas yang mengharapkan dia untuk bertindak atas lonjakan yield obligasi USA tenor 10 tahun baru-baru ini yang telah mengirim harga emas batangan di bawah leve USD 1.700 per ons.
"Pasar emas mengembalikan keuntungan pandemi. Penurunan di bawah USD 1.700 per ons membuat pasar terlihat rapuh," kata Tim Analis HSBC mengatakan dalam sebuah catatan. "Komentar Powell - meskipun bukan hal baru - untuk saat ini telah memadamkan kemungkinan bahwa Fed akan bertindak atas kenaikan imbal hasil lebih jauh dari kurva. Keuntungan yield lebih lanjut dapat menurunkan emas dan logam mulia lainnya. "
Harga Perak turun 0,5% menjadi USD 25,16 per ons dan turun 5,5% pada minggu ini, persentase penurunan mingguan terbesar sejak akhir November. Palladium naik 0,8% menjadi USD 2.357,28, sementara platinum turun 0,2% menjadi USD 1.123,66.
(cnbc/reuters)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM