News & Research

Reader

Faktor Eksternal Dan Internal Bertolak Belakang, Rupiah Melemah Tipis
Thursday, April 15, 2021       15:45 WIB

Ipotnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan sore ini melemah meski menipis dibandingkan tadi siang. Faktor eksternal berupa sentimen negatif yang membuat kurs rupiah terdepresiasi, namun faktor internal berupa sentimen positif yang membantu rupiah sedikit terapresiasi.
Mengutip data Bloomberg, Kamis (15/4) pukul 12.00 WIB, kurs rupiah tengah diperdagangkan pada level Rp14.615 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan 13 poin atau 0,09% dibandingkan posisi terakhir di penutupan pasar spot pada Rabu sore kemarin (14/4) di level Rp14.602 per dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan rupiah melemah karena indeks dolar AS masih menguat di hari Kamis. Penguatan tetap terjadi walau imbal hasil obligasi AS melemah dibanding lonjakan tinggi pada bulan lalu. Melemahnya yield obligasi AS karena investor meyakini argumentasi The Federal Reserve bahwa suku bunga acuan dapat tetap rendah.
"Tetapi kuatnya pemulihan ekonomi AS dari tekanan pandemi Covid-19 yang lebih cepat dari perkiraaan meningkatkan sentimen konsumen," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4).
Gubernur The Fed, Jerome Powell menambahkan bahwa negara itu berada di jalur untuk pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja yang lebih cepat dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, bank sentral AS akan mengurangi pembelian obligasi setelah sebelum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan. "Ini memang sebuah skenario yang oleh banyak investor dianggap sudah pasti," ujar Ibrahim.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca dagang dalam negeri surplus sebesar USD1,57 miliar secara bulanan (month to month/mtm) pada Maret 2021 kemarin. Realisasi itu lebih rendah dari surplus US$2 miliar pada Februari 2021, tapi masih lebih tinggi dari surplus US$743 juta pada Maret 2020.
"Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai USD5,52 miliar pada Januari-Maret 2021. Nilainya lebih tinggi dari surplus USD2,62 miliar pada Januari-Maret 2020," ujar Ibrahim. Ini menjadi sentimen positif sehingga pelemahan kurs rupiah pada sore ini lebih kecil dibandingkan saat penutupan Sesi I hari ini.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai USD18,35 miliar pada Maret 2021 atau naik 20,31% dari USD15,27 miliar pada Februari 2021. Secara tahunan, nilainya naik 30,47% dari Maret 2020 sebesar USD14,09 miliar.
"Secara total, ekspor Januari-Maret 2021 mencapai USD48,90 miliar atau naik 17,11% dari USD41,76 miliar pada Januari-Maret 2020," tambah Ibrahim.
Adapun nilai impor Indonesia mencapai USD16,79 miliar. Nilainya naik 26,55% dari USD13,26 miliar pada bulan sebelumnya. Secara tahunan nilai impor juga naik 25,73% dari USD13,35 miliar pada Maret 2020.
Secara total, impor Januari-Maret 2021 mencapai USD43,38 miliar atau naik 10,76% dari USD39,17 miliar pada Januari-Maret 2020.
"Selama Maret 2021 ini neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus USD1,57 miliar. Jauh lebih bagus dibandingkan posisi Maret tahun lalu maupun 2019," tutup Ibrahim.
(Adhitya)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru