News & Research

Reader

HERO Jajaki Monetasi Aset Giant untuk Biayai Pengembangan IKEA dan Guardian
Monday, June 14, 2021       16:40 WIB

Ipotnews - PT Hero Supermarket Tbk () mengaku, saat ini perseroan tengah menjajaki opsi melakukan monetasi aset infrastruktur di sejumlah gerai Giant untuk membiayai pengembangan gerai IKEA , Guardian dan Hero Supermarket.
Menurut Direktur , Hadrianus Wahyu Trikusumo, setelah perseroan merampungkan restrukturisasi Giant, maka akan memusatkan fokus bisnis pada merek IKEA , Guardian dan Hero Supermarket. "Perseroan berharap perluasan gerai yang sedang berlangsung dapat didanai oleh kombinasi arus kas dan fasilitas utang yang tersedia.
"Selain itu, karena sejumlah lokasi gerai Giant saat ini dimiliki oleh PT Hero, maka perseroan juga menjajaki opsi terkait monetisasi aset tersebut. Monetisasi aset ini akan memungkinkan bagi PT Hero untuk mendanai investasi dalam inisiatif pertumbuhan," ucap Wahyu di Jakarta, Senin (14/6).
Wahyu menjelaskan, akan memfokuskan investasi pada pengembangan IKEA , Guardian dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih baik dibandingkan Giant. Selain itu, lanjut dia, juga akan lebih konsentrasi pada bisnis e-commerce dan berambisi agar IKEA dan Guardian menjadi pemimpin industri dalam kategorinya masing-masing.
"Pasca restrukturisasi Giant, Hero Supermarket akan menjadi satu-satunya bisnis ritel makanan yang dimiliki perseroan. Kami secara aktif sedang mengevaluasi kelayakan untuk mengubah beberapa gerai Giant menjadi Hero Supermarket," papar Wahyu.
Sebelumnya, manajemen mengungkapkan bahwa perseroan berencana untuk mengubah lima gerai Giant menjadi gerai IKEA , serta sedang mengevaluasi kelayakan untuk mengubah beberapa gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.
"Saat ini, perseroan sedang bernegosiasi dengan pihak ketiga mengenai potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant. Namun, saat ini kami tidak dapat memastikan berapa banyak gerai yang akan berhasil dijual ke pihak ketiga," ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan, gerai Giant yang tidak dikonversi dan tidak terjual akan dilakukan penutupan. "Perseroan tetap berkomitmen untuk masa depan ritelnya di Indonesia dan yakin pada posisinya sebagai pengecer kompetitif yang kuat dalam jangka panjang," katanya.
(Budi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM