News & Research

Reader

Harga Komoditas Turun Dan Hujan Lebat, Picu Penjualan UNTR Anjlok
Thursday, March 26, 2020       18:18 WIB

Ipotnews - Akibat curah hujan yang tinggi PT United Tractors Tbk () membukukan penurunan penjualan alat berat sepanjang Januari-Februari 2020.
Adapun berdasar laporan penjualan bulanan, mencatatkan penjualan 467 unit alat berat Komatsu sepanjang dua bulan pertama 2020 atau turun 44,2% dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara per Februari 2020, penjualan alat berat Komatsu hanya mencapai 216 unit. Jumlah ini turun 13,9% dari penjualan bulan Januari 2020 yang mencapai 251 unit dan turun 41,9% dibanding penjualan per Feburari 2019 yang mencapai 372 unit
Menurut Sekretaris Perusahaan , Sara K Loebis selain faktor cuaca turunnya penjualan alat berat juga diakibatkan karena pelemahan harga komoditas yang memang lebih rendah dari tahun lalu.
Sara memproyeksikan, penjualan alat berat Komatsu akan kembali normal dan meningkat mulai kurun waktu kuartal II hingga kuartal III 2020 seiring datangnya musim kemarau. Sehingga, dia memproyeksikan penjualan hingga akhir tahun ini kurang lebih akan sama dengan tahun lalu.
Sebagai gambaran, tahun lalu berhasil menjual 2.926 unit alat berat. Namun, Sara menegaskan saat ini belum membuat  outlook  penjualan baru seiring mewabahnya virus corona (Covid19). "Secara resmi saat ini kami belum merevisi target," ujarnya seperti dikutip KONTAN, Kamis (26/3).
Tahun ini menargetkan dapat menjual sekitar 2.900 unit alat berat Komatsu. Target ini tergolong konservatif sebab jumlahnya sama dengan target penjualan pada 2019 lalu.
Adapun target ini dipasang dengan pertimbangan prospek industri pertambangan khususnya komoditas batubara yang masih stagnan dan diperkirakan sama seperti tahun lalu.
Salah satu ikhtiar yang dilakukan untuk menopang penurunan penjualan akibat fluktuasi harga komoditas adalah dengan memaksimalkan layanan purnajual (after sales). Namun, Sara tidak menampik layanan purna jual pun kini cukup menantang.
Sebab, pelanggan saat ini mungkin memperketat alokasi belanja mereka untuk segmen  parts  dan  services. 
Sebagai informasi berdasarkan data seperti dikutip Investor Daily, menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 450 juta tahun ini yang akan digunakan untuk ekspansi usaha.
Dana belanja modal tersebut akan dibagi menjadi beberapa porsi, sebanyak US$ 300 juta akan digunakan untuk Pama Group dan US$ 100 juta akan dipakai untuk tambang emas Martabe. Sedangkan sisanya untuk mesin konstruksi dan Acset. (winardi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM