News & Research

Reader

IPTV Akuisisi LINK, Hary Tanoe Makin Dominasi TV Berbayar
Saturday, December 07, 2019       09:13 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia- PT MNC Vision Networks Tbk (), perusahaan penyedia layanan televisi berbasis internet milik Hary Tanoesoedibjobakal mengakuisisi PT Link Net Tbk () milik Lippo Group. Informasi ini dibenarkan oleh Direktur Utama MNC Vision Networks Ade Tjandra kepada CNBC Indonesia.
"Iya betul, hari ini akan ada public release-nya," kata Ade kepada CNBC Indonesia, Senin (2/12/2019).
Rencananya, akuisisi ini bisa rampung dalam 6 bulan ke depan. Head of Investor Relations Joel Ellis, sebelumnya memang telah menandatangani persyaratan tidak mengikat bersama PT First Media Tbk dan Asia Link Dewa Pte mengenai rencana penjajakan akuisisi saham mayoritas Link Net.
"Para pihak akan bertujuan untuk mencapai hasil dalam kurun waktu 6 bulan," kata Joel Ellis, Rabu (4/12/2019).
Sebelumnya, telah merinci rencana tersebut dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di hari yang sama.
"Perseroan sudah menekan term sheet untuk menjajaki akuisisi mayoritas saham Link dari First Media dan Asia Link," jelas Ade dalam keterbukaan tersebut.
Ade menjelaskan akuisisi ini akan menciptakan berbagai sinergi dalam konten, infrastruktur jaringan, kapasitas bandwidth, dan lainnya yang akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan.
"Belum ada dampak kejadian atas informasi atau fakta material tersebut," katanya.
Dia mengatakan keberhasilan aksi korporasi ini akan tergantung pada proses uji tuntas atau due diligence, pemenuhan kondisi tertentu lainnya, pembiayaan dan penandatanganan perjanjian definitif.
Sementara itu, First Media sebagai pemegang saham Link Net menyampaikan proses akuisisi yang dilakukan terhadap anak usaha perseroan masih merupakan tahap awal. Kedua perusahaan sudah menandatangani term sheet yang belum merupakan suatu perjanjian definitif dan tidak mengikat.
"Pelaksanaan akuisisi akan bergantung antara lain pada hasil due diligence yang disepakati para pihak, pemenuhan kondisi prasyarat, kesepakatan pembiayaan oleh dengan pihak lainnya," kata Corporate Secretary First Media Harianda Noerlan, pada hari yang sama dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengacu laporan keuangan per September 2019, saham dipegang terbesar oleh Asia Link Dewa Pte Ltd sebesar 35,72% (1.017.766.198 saham), First Media 28,04% (798.969.286 saham), UBS AG LDN 6,50% (185.339.482 saham), dan publik 29,74% (847.572.018 saham).
Jika mengasumsikan harga rata-rata saham saat ini di level Rp 4.191/saham, maka besaran nilai saham milik Asia Link mencapai Rp 4,27 triliun, sementara nilai saham First Media yakni Rp 3,35 triliun.
Bila benar seluruh saham First Media dan Asia Link dicaplok , maka porsi saham di berpotensi mencapai 63,76% atau setara dengan 1.816.735.484 saham dengan nilai saham mencapai Rp 7,62 triliun.
(dob/dob)

Sumber : cnbc.indonesia.com

powered by: IPOTNEWS.COM