News & Research

Reader

Incar Rp697,87 Miliar, FREN Siapkan Rights Issue 5,8 Miliar Saham
Thursday, April 15, 2021       18:10 WIB

Ipotnews - PT Smartfren Telecom Tbk () berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias  rights issue  sebanyak-banyaknya 5.815.610.387 saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang publikasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (15/4), rencana penerbitan saham Seri C tersebut bernilai nominal Rp100 per lembar, sedangkan harga penawaran ditetapkan sebesar Rp120 per lembar.
Setiap pemegang 52 saham lama yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 26 April 2021 pukul 15.00 WIB mempunyai satu HMETD, sedangkan setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang ditawarkan Rp120 per saham.
HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan pada periode 28 April 2021-4 Mei 2021. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode, maka dinyatakan tidak berlaku lagi.
Selain itu, juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 91.886.644.115 Waran Seri III yang diterbitkan menyertai saham hasil pelaksanaan HMETD. Setiap lima saham HMETD tersebut melekat 79 Waran Seri III yang diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham yang melaksanakan haknya.
Sebagaimana diketahui, PT Bali Media Telekomunikasi selaku pemegang 10,68 persen saham akan melaksanakan haknya sesuai porsi. Sedangkan, PT Global Nusa Data selaku pemegang 26,39 persen saham, dan PT Wahana Inti Nusantara selaku pemegang 16,11 persen saham telah menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD.
Adapun yang bertindak sebagai pembeli siaga pada pelaksanaan PUT IV ini adalah PT BCA Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas, dengan harga pelaksanaan Rp120 per lembar.
Rencananya, sebesar 85 persen dari dana hasil  rights issue  akan digunakan untuk penyetoran tambahan modal kepada anak usaha , yakni PT Smart Telecom (Smartel) yang selanjutnya akan digunakan untuk pembayaran utang dan bunga. Sedangkan, sisanya sebesar 15 persen akan digunakan sebagai modal kerja . (Budi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru