News & Research

Reader

Ini Penjelasan MITI Terkait Opini Disclaimer dari Auditor
Tuesday, April 16, 2019       11:44 WIB

Ipotnews - PT Mitra Investindo Tbk () menjelaskan, pemberian opini "Tidak Memberikan Pendapat" (disclaimer) terhadap Laporan Keauangan Tahun Buku 2018 akibat revisi perhitungan nilai usaha dan aset di saat harga minyak bumi mengalami penurunan.
"Kami selalu melakukaan evaluasi nilai usaha dan aset. Saat harga minyak turun, maka selalu dilakukan revisi. Sehingga, nilai usaha dan aset tercatat mengalami kerugian," kata Presiden Direktur , Sugi Handoko saat Public Expose insidentil di Gedung Bursa Efek indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (16/4).
Menurut Sugi, pelaksanaan paparan publik ini untuk memenuhi permintaan BEI terkait penjelasan opini disclaimer dari auditor independen Kantor Akuntan Publik (KAP) Paul Hadiwinata, Hidayat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan. KAP ini memberikan pini "Tidak Memberikan Pendapat" terhadap Laporan Keuangan Tahun Buku 2018.
Sugi mengungkapkan, auditor independen meragukan kelangsungan usaha dan pemenuhan kewajiban dan entitas anak. "Kerugian berulang kegiatan operasi perseroan dan entitas anak karena penurunan harga minyak dalam beberpa tahun terakhir," ucapnya.
Sehingga, lanjut dia, terakumulasi kerugian mencapai Rp170,68 miliar pada Desember 2018. "Tetapi, bukan semata-mata kerugian dalam arti tidak ada pendapatan. Dari running operasional anak perusahaan masih ada keuntungan," paparnya.
Lebih lanjut Sugi menyebutkan, pada 2018 perseroan mencatatkan total penjualan sebesar Rp53,78 miliar, jumlah aset mencapai Rp148,27 miliar, total liabilitas senilai Rp72,68 miliar dan jumlah ekuitas bersih sebesar Rp75,58 miliar.
Selain itu, kata Sugi, dasar opini disclaimer tersebut karena kegiatan operasional utama dan entitas anak terhenti, akibat tidak ada perpanjangan kontrak entitas anak, TAC IBN Oil Holdico oleh PT Pertamina EF.
"Kami sebenarnya punya satu anak perusahaan di upstream (hulu migas) yang berproduksi lumayan. Kontraknya berakhir pada November 2018," ujar Sugi.
Dia menambahkan, sudah mengupayakan negosiasi awal ke Pertamina EP untuk mengamankan bisnis di Sorong, Papua Barat melalui presentasi perkembangan bisnis ke depan. "Kami memberikan terobosan kepada Pertamina EP untuk pengembangan yang bukan hanya bisnis pengeboran," ujarnya.
Namun, kata Sugi, Pertamina EP mempunyai kebijakan lain untuk menjalankan bisnis. "Untuk lapangan-lapangan yang sudah mempunyai data dan informasi cukup, kata mereka Pertamina EP akan melakukan sendiri. Terus terang, kami agak sedikit kecewa, karena Pertamina tidak memberi kesempatan kepada kami yang sudah presentasi," tuturnya.
(Budi)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM