News & Research

Reader

KLBF Bangun Pabrik Di Myanmar Senilai Rp 300 Miliar
Wednesday, August 14, 2019       14:03 WIB

Ipotnews - Demi meningkatkan kinerja, PT Kalbe Farma Tbk () sedang membangun pabrik baru senilai Rp 300 miliar di Myanmar dan ditargetkan beroperasi pada 2021.
Adapun hingga semester I-2019, membukukan laba bersih sebesar Rp 1,25 triliun, meningkat 3,45% dibandingkan semester I-2018 yang mencapai Rp 1,21 triliun.
Perolehan laba ini berasal dari penjualan bersih yang mencapai Rp 11,17 triliun pada semester I-2019, meningkat 7,7% dari perolehan pada semester I-2018 yang mencapai Rp 10,31 triliun. Penjualan tersebut paling banyak dikontribusi oleh divisi distribusi dan logistik yang membukukan penualan Rp 3,4 triliun, meningkat 11,6% dibandingkan semester I-2018 yang mencapai Rp 3,05 triliun
Terkait pembangunan pabrik di Myanmar, menurut Presiden Direktur , Vidjongtius , pabrik akan memproduksi obat tanpa resep dokter ( over the counter /OTC) dan obat resep.
Kapasitas produk pabrik ini dipastikan akan besar, namun Vidjongtius belum menginformasikan secara rinci. "Kapasitasnya pasti besar karena (penjualan) Mixagrip sudah nomor satu di Myanmar," jelasnya seperti dikutip Investor Daily di Jakarta, Selasa (13/8).
Selain Myanmar, juga memiliki banyak kerja sama dengan sejumlah perusahaan di negara lain. Misalnya dengan mitra di Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan negara-negara di Eropa.
"Terbaru adalah kerja sama transfer teknologi produksi insulin dengan perusahaan dari Tiongkok dan kerja sama riset dengan Korea Selatan," tambah Vidjongtius.
Untuk ekspansi, telah mengalokasikan total belanja modal ( capital expenditure/capex ) sebesar Rp 1,5-2 triliun. Sekitar Rp 1-1,5 triliun dialokasikan untuk pemeliharaan, penambahan kapasitas produksi, dan ekspansi jaringan distribusi. Kemudian, sekitar Rp 500 miliar dari belanja modal untuk membiayai transformasi digital dan pengembangan produksi biologis.
Melalui capex, berharap alokasi belanja modal tersebut bisa mendukung sejumlah rencana perseroan tahun ini.
Dari sisi pengembangan obat resep, perseroan akan memperkuat portfolio produk  specialty , berkolaborasi dengan perusahaan multinasional untuk produk lisensi, dan meningkatkan partisipasi pada obat generik tidak bermerek.
Selanjutnya, dari sisi pengembangan produk kesehatan, KLBf akan melakukan ekspansi ke produk-produk preventif dengan bahan baku lokal dan minuman kesehatan. Perseroan juga akan melakukan ekspansi ke produk susu siap saji dan produk kesehatan fungsional non susu di bagian pengembangan nutrisi.
Dari sisi pengembangan distribusi dan logistik, perseroan berkolaborasi dengan prinsipal baru untuk produk diagnostik dan alat kesehatan, memperluas jaringan distribusi dan membangun merek alat kesehatan sendiri.
juga telah mengembangkan platform Kalbe  E-Health  yang menyediakan layanan  e-commerce  untuk pembelian produk Kalbe, layanan pemesanan dan pengiriman, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, layanan  call center,  dan layanan lainnya secara digital.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, perseroan berharap bisa menumbuhkan penjualan sekitar 6-8% pada tahun ini. juga berharap bisa mencapai pertumbuhan margin laba sebelum pajak di kisaran 14,5-15,5% .  (winardi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM