News & Research

Reader

Kerja Bareng Pertamina Dan Air Product, PTBA Segera Garap Gasifikasi Batu Bara
Thursday, January 28, 2021       11:04 WIB

Ipotnews - PT Bukit Asam Tbk () sedang bersiap untuk memulai pengerjaan proyek gasifikasi batu bara, yakni mengubah batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
Menurut Direktur Utama , Arviyan Arifin, pihaknya menargetkan bisa memulai pengerjaan proyek ini pada tiga bulan mendatang. Hal ini menyusul kesepakatan yang dilakukan pada 10 Desember 2020 lalu antara perusahaan dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products untuk berkomitmen mengembangkan proyek DME ini.
"Dengan Pertamina sudah kerja sama. Saat ini menyiapkan syarat-syarat mulai proyek dan mudah-mudahan dalam tiga bulan bisa memenuhi semua yang tercantum di kesepakatan itu," jelas Arviyan seperti dikutip CNBC Indonesia, Rabu (27/01).
Adapun bersama PT Pertamina (Persero) akan membangun pabrik DME dan masing-masing perusahaan memiliki peran. Antara lain penyediaan infrastruktur dan lahan, pasokan batu bara serta pembangunan proyek.
Selain itu industri batu bara juga harus melakukan transformasi sebab Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) akan dibatasi keberadaannya sesuai dengan Paris Agreement yang diberlakukan di China. Termasuk AS yang mengampanyekan pengurangan konsumsi energi fosil.
Adapun pabrik DME tersebut diperkirakan baru bisa beroperasi pada empat tahun mendatang. Diperkirakan pula sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun dibutuhkan untuk menghasilkan 1,8 juta ton DME per tahun dan bisa menggantikan LPG sekitar 1 juta ton per tahun.
Seperti diketahui, proyek senilai US$ 2,1 miliar ini akan dibiayai sepenuhnya oleh Air Products sebagai investor proyek. Skema investasi proyek ini yaitu  Build Operate Transfer  (BOT) di mana ada opsi setelah beberapa tahun proyek bisa dialihkan ke perusahaan.
Sebelumnya, Arviyan menuturkan setelah perjanjian kerja sama antara , Pertamina, dan Air Products ditandatangani, maka pada kuartal pertama atau kedua 2021 akan dilanjutkan dengan proses rekayasa. Yaitu, berupa pengadaan dan konstruksi ( engineering, procurement and construction / EPC), sehingga proyek sekitar Rp 30 triliun ini bisa tuntas dan bisa beroperasi pada kuartal kedua 2024. (winardi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM