News & Research

Reader

Lakukan divestasi, PTPP bakal raup duit segar Rp 421 miliar
Wednesday, September 16, 2020       17:24 WIB

JAKARTA. PT PP Tbk () bakal segera mendapat duit segera yang nilainya mencapai Rp 421 miliar.
Dana tersebut berasal dari hasil divestasi saham yang dilakukan perusahaan. Di mana, Rp 50 miliar berasal dari 14% kepemilikan atas konsesi tol Citra Karya Jabar. Sedangkan sisanya atau Rp 371 miliar dari divestasi 25% saham di Prima Multi Terminal (PMT).
"Divestasi Citra Karya Jabar akan memasuki SPA November ini," ujar Direktur Keuangan Agus Prubianto kepada Kontan.co.id belum, lama ini.
Penandatangan  sale purchase agreement  (SPA) tersebut menyesuaikan jadwal pembayaran yang dicicil mulai September ini. Adapun PT Brantas Abipraya bertindak sebagai pembeli saham tersebut.
Sedangkan proses divestasi PMT baru memasuki tahap  conditional sale purchase agreement  ( CSPA ). Pelindo akan bertindak sebagai pembeli.
Citra Karya Jabar merupakan salah satu investor Cisumdawu. Selain itu, perusahaan juga mengerjakan seksi 3-6 atas tol yang bakal menghubungkan Bandara Kertajati dengan Bandung ini.
Ada sejumlah perusahaan di balik Citra Karya Jabar, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk () yang memegang 51% saham. Waskita Toll Road memiliki 15% saham.
Sementara , Brantas, dan Jasa Sarana memiliki masing-masing 14% dan 10% saham Citra Karya Jabar.
PMT merupakan perusahaan pengembang pelabuhan terpadu. Pelindo I merupakan pemegang 55% saham perusahaan ini. Sedangkan dan PT Waskita Karya Tbk () menguasai masing-masing 20% dan 25% saham.
Aurelia Barus, analis CIMB Sekuritas mengatakan, nilai divestasi saham Citra Karya Jabar memiliki valuasi setara 1,2 kali dari nilai nominal. Sedangkan valuasi divestasi PMT sama alias par value.
Menurut dia, prospek , anggota indeks Kompas100 ini, bakal lebih mentereng jika berhasil menjual 25% kepemilikan atas konsesi tol Pandaan Malang dan 15% konsesi tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di kuartal keempat tahun ini.
"Divestasi tersebut diperkirakan memiliki valuasi 1,5 kali dari nilai nominal," kata Aurelia dalam risetnya.
Artinya, bakal meraup duit segar hingga Rp 1,1 triliun jika bisa merealisasikan hal tersebut. Dari nilai ini, sekitar Rp 263 miliar merupakan laba bersih setelah pajak yang bisa dibukukan oleh .
Aurelia pun masih mempertahankan rekomendasi add saham dengan target Rp 1.100 per saham. Pada akhir perdagangan hari ini, saham perusahaan pelat merah ini turun 25 poin atau 2,87% ke Rp 845 per saham.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM