News & Research

Reader

Merespons Sinyal Variatif Negosiasi AS-China, Penguatan Wall Street Tertahan
Tuesday, November 19, 2019       04:39 WIB

Ipotnews - Bursa saham membukukan rekor baru, Senin, sebelum ditutup sedikit berubah setelah investor mencerna sinyal variatif seputar perundingan perdagangan Amerika Serikat-China.
Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi dengan kenaikan 31,33 poin, atau 0,1% menjadi 28.036,22, demikian laporan   CNBC   dan  AFP , di New York, Senin (18/11) atau Selasa (19/11) pagi WIB. Disney adalah saham Dow yang mencetak kinerja terbaik, melonjak 2%.
Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 menguat 0,05% atau 1,57 poin menjadi 3.122,03 sedangkan Nasdaq Composite Index ditutup 0,11% lebih tinggi atau 9,11 poin menjadi 8.549,94.
Namun, indeks utama itu gagal membukukan kenaikan signifikan setelah   CNBC   melaporkan, mengutip sumber pemerintah, bahwa para pejabat China pesimistis tentang prospek kesepakatan perdagangan dengan AS. China bermasalah dengan Presiden Donald Trump yang mengatakan baru-baru ini AS tidak akan menurunkan tarif karena mereka pikir kedua belah pihak sepakat untuk melakukannya secara prinsip.
Berita itu memicu pergeseran ke aset  safe-haven  tradisional. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun dari sekitar 1,85% pada hari sebelumnya menjadi 1,8%. Emas berjangka menghapus kerugian sebelumnya untuk menyelesaikan sesi 0,2% lebih tinggi menjadi USD1.471,90 per ounce.
Laporan itu muncul setelah media pemerintah China,  Xinhua , akhir pekan lalu mengatakan bahwa China dan AS melakukan pembicaraan perdagangan yang "konstruktif", mencatat Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He tentang masalah inti untuk perjanjian perdagangan fase pertama.
Kesepakatan fase satu diumumkan bulan lalu dan diharapkan akan ditandatangani bulan ini. Optimisme seputar perjanjian itu, ditambah dengan kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve, membantu memicu reli pasar saham ke rekor tertinggi.
"Pasar saham telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa," kata Robert Pavlik, Kepala Strategi Investasi SlateStone Wealth. "Apa yang lebih luar biasa adalah bahwa masalah yang dihadapi pasar sejak awal tahun belum hilang tetapi telah tumbuh atau menjadi lebih rumit."
Pavlik menunjukkan bahwa konflik perdagangan AS-China, yang dimulai tahun lalu, tetap menjadi beban bagi pasar sementara laporan keuangan perusahaan belum membaik dan berita ekonomi "melemah."
Selama sebulan terakhir, Dow dan S&P 500 keduanya naik lebih dari 4%. Nasdaq, sementara itu, melejit 5,8% pada periode yang sama. Dow juga ditutup di atas 28.000 untuk pertama kalinya pada sesi Jumat.
Namun, pergerakan Wall Street pada sesi mampu bertahan di zona hijau karena sentimen positif pada musim belanja liburan mendatang yang membantu mengimbangi nada negatif pada perundingan perdagangan.
Investor tetap optimistis tentang sentimen konsumen menyusul data penjualan baru-baru ini karena pasar menyambut "Black Friday," awal yang tidak resmi untuk musim belanja liburan, kata para analis.
Analis mengatakan sentimen positif pada belanja konsumen membantu investor mengabaikan sentimen negatif dari pesimisme kesepakatan perdagangan AS-China.
Dalam berita korporasi, HP turun 0,8 persen karena menolak tawaran USD33 miliar dari Xerox, tetapi mengisyaratkan tetap terbuka untuk potensi kesepakatan. Saham Xerox naik 1,0 persen.
Saham Coty melambung lebih dari 2% setelah perusahaan mengumumkan mengambil 51% saham Kylie Cosmetics, perusahaan  makeup  milik Kylie Jenner.

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM