News & Research

Reader

Pasar Saham Eropa Mixed, Investor Cermati Perlambatan Kinerja Emiten
Saturday, February 15, 2020       07:23 WIB

Ipotnews - Bursa saham Eropa finis mixed pada perdagangan akhir pekan ini seiring investor yang terus memantau epidemi virus corona di China serta perlambatan kinerja laba emiten.
Indeks benchmark bursa saham Eropa, The Stoxx 600 melandai. Indeks DAX di bursa Jerman turun -0,01 persen ke level 13.744. Indeks FTSE melemah -0,58 persen ke posisi 7.409 dan Indeks CAC (Perancis) turun 0,39 persen ke level 6.069.
Kinerja laba emiten menjadi fokus para investor di pasar saham Eropa selain wabah virus corona. Harga saham otomotif unggulan dari Perancis, Renault melemah tipis setelah manajemen perusahaan tersebut menyatakan rugi tipis di tahun buku 2019. Kerugian Renault dinilai sebagai hal yang tak terduga. Kerugian ini tercatat untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir.
Saham AstraZeneca turun 4 persen setelah mengaku penjualan tahun 2020 diperkirakan tertekan akibat wabah virus corona. Sementara saham RBS turun 7 persen setelah merevisi target return dan memangkas investasinya kembali.
Wirecard, emiten asal Jerman tumbang 3,5 persen meskipun mencatat kinerja kuat secara kuartalan dan sesuai dengan perkiraan para analis.
Sektor properti dan utilitas menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi dalam Indeks Stoxx 600, masing-masing naik 1,5 persen. Sektor utilitas mendapat sokongan dari saham Electricite de France SA setelah laba tahunan melampaui ekspektasi.
"Pekan yang memberikan banyak kejutan tak menyenangan, oleh karena itu sejauh ini sikap kehati-hatian ditunjukkan terhadap aset berisiko pada sebagian besar hari Jumat tahun ini," kata chris Beauchamp, Analis pada lembaga IG seperti dikutip Reuters.
Para investor pasar saham Eropa juga terus memantau wabah virus corona. Komisi Kesehatan Nasional china pada Jumat pekan ini menginformasikan tambahan angka kematian sebanyak 121 orang dan 5.090 kasus baru viru corona di seluruh wilayah china. Komisi tersebut juga menyatakan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.380 orang.
(reuters/cnbc)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM