News & Research

Reader

Pendalaman Struktur Industri Manufaktur Butuh Keterlibatan IKM: Kemenperin
Sunday, August 18, 2019       13:39 WIB

Ipotnews - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mendorong penguatan dan pendalaman struktur industri manufaktur di Indonesia. Penguatan ini akan dilakukan mulai dari sektor hulu sampai hilir agar industri manufaktur dapat berdaya saing global.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka ( IKMA ) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, demi terwujudnya penguatan struktur kedalaman industri manufaktur diperlukan kolaborasi antara industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri skala besar.
Menurutnya, saat ini banyak IKM nasional yang telah membuktikan kemampuannya memproduksi komponen sesuai dengan standard yang diberikan oleh industri besar. Contohnya, IKM logam di Tegal dan Klaten, Jawa tengah yang akan memasok kebutuhan bahan baku bagi PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI) untuk membuat pompa air.
"Kami mengapresiasi kepada PT PMI yang tahun ini melakukan penjajakan kerja sama dengan IKM logam di Klaten dan Tegal. Kolaborasi yang terjalin ini perlu diarahkan menjadi sebuah pembinaan dari industri besar kepada pelaku IKM kita. Sebab, dalam pengembangan IKM, perlu dukungan dari para stakeholder," kata Gati dalam keterangannya, Minggu (18/8).
Pada tahun 2007-2009, PT PMI turut berkontribusi dalam pengembangan klaster IKM di Klaten dan Pati, Jawa Tengah untuk memproduksi komponen pompa air. Gati mengatakan, kegiatan ini dinilai berhasil mendayagunakan potensi dalam negeri guna menciptakan produk yang berkualitas dan diterima di pasar internasional.
Apalagi, kata Gati, pompa air masih memiliki peluang pasar yang besar, terutama di domestik seiring dengan gencarnya program pembangunan perumahan. Bahkan, di kancah global, pompa air mampu memberikan penerimaan devisa cukup signifikan. Nilai ekspor pompa sentrifugal dan peripheral berkisar USD13 juta sepanjang tahun 2018.
"Kami juga mengucapkan selamat kepada PT PMI atas pencapaiannya untuk produksi pompa air yang telah menembus angka 30 juta set. Keberhasilan ini perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan, terutama dalam aspek daya saing, nilai tambah dan produktivitas," paparnya.
Dirjen IKMA optimistis, semakin tumbuh dan berkembangnya sektor industri di Indonesia yang diiringi dengan dukungan kebijakan untuk pengoptimalan Tingkat Kandungan Dalam Negeri ( TKDN ), akan membawa dampak positif terhadap keterlibatan peran IKM nasional.
"Jadi, apabila dilakukan lokalisasi terhadap produk-produk impor atau substitusi produk impor, maka akan menjadi kesempatan baik bagi IKM kita untuk dapat mengisinya dalam rantai pasok tersebut," imbuhnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) pada triwulan II 2019 naik sebesar 5,52 persen terhadap triwulan II 2018. Kenaikan tersebut, terutama disebabkan oleh peningkatan produksi industri komputer, barang elektronika dan optik, sebesar 17,74 persen.
Selain itu juga ditopang oleh pertumbuhan produksi industri percetakan dan reproduksi media rekaman yang naik 17,01 persen, serta industri pengolahan lainnya yang juga naik hingga 10,95 persen. (Marjudin)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM