News & Research

Reader

Permintaan China Melonjak, Zinc Melesat ke Level Tertinggi 16 Bulan
Thursday, September 17, 2020       04:05 WIB

Ipotnews - Harga seng (zinc) melesat, Rabu, didorong ke level tertinggi 16 bulan yang dicapai awal bulan ini, karena kebangkitan industri China mendongkrak prospek permintaan dan penguatan yuan, membuat logam itu lebih terjangkau bagi pembeli China.
Harga patokan seng di London Metal Exchange (LME) melonjak 1,2% menjadi USD2.526 per ton pada pukul 23.00 WIB, kenaikan harian keempat berturut-turut, demikian laporan  Reuters,  di London, Rabu (16/9). Seng mencapai level tertinggi USD2.583 per ton pada 1 September.
Logam yang digunakan untuk menggembleng baja itu melambung 34% dari harga terendahnya pada Maret, karena akselerasi manufaktur, produksi baja dan pembangunan infrastruktur di China, konsumen terbesarnya.
"Permintaan meningkat di China dan kami melihat penurunan dalam stok seng," kata Robin Bhar, analis independen, yang memprediksi harga mendekati level saat ini pada akhir tahun.
Yuan menembus level terkuatnya terhadap dolar dalam lebih dari setahun setelah melonjak 6% dalam empat bulan.
OECD meningkatkan perkiraannya untuk ekonomi global tahun ini menjadi kontraksi 4,5% dari minus 6%.
Organisasi Perdagangan Dunia mengatakan Amerika Serikat telah melanggar aturan perdagangan global dengan memberlakukan tarif pada China, memicu kemarahan dari Washington.
Persediaan seng di gudang LME meningkat menjadi 219.625 ton dari 50.000 ton pada Januari, tetapi stok di gudang Shanghai Futures Exchange merosot menjadi 58.453 ton dari 170.000 ton pada Maret.
Pasar seng sekitar 13 juta ton per tahun mengalami surplus 205.000 ton dalam enam bulan pertama 2020, menurut Kelompok Studi Timbal dan Seng Internasional, bulan lalu.
Produksi tembaga, timbal, dan seng China meningkat tajam pada Agustus. Produksi tembaga Kazakhstan meningkat, sementara output sengnya turun.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan akan menghapus bea masuk 10% untuk  raw   aluminium  Kanada.
Harga logam lainnya di kompleks LME, tembaga naik 0,2% menjadi USD6.776,50 per ton, aluminium 0,1% lebih tinggi menjadi USD1.791 per ton, nikel menguat 0,2% menjadi USD15.230 per ton, timbal turun 0,7% menjadi USD1.895 per ton dan timah meningkat 0,2% menjadi USD18.250 per ton. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM