News & Research

Reader

Semester I, BCA Raup Laba Rp14,5 T, Naik 18%
Thursday, July 22, 2021       17:12 WIB

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan laba bersih Rp14 triliun di kuartal I-2021. Angka tersebut naik 18% di periode yang sama tahun 2020 di mana tercatat tahun lalu Rp 12,24 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmaja mengatakan, tak dapat dipungkiri pada semester I-2021 performa BCA tetap solid meskipun di tengah kondisi pandemi COVID-19. Dia mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut karena basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada triwulan II tahun lalu yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit di awal pandemi.
"Kita tidak berdiam diri kita coba virtualisasi, digitalisasi dan lain sebagainya. Dan kita memasuki kuartal I-2021 sedikit lebih baik dari kuartal I tahun lalu, kuartal I-II tahun ini sedikit stabil," kata Jahja dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/7/2021).
Dia menjelaskan, transaksi belanja nasabah juga mengalami tren peningkatan di periode yang sama. Per Juni 2021, kredit tumbuh 0,8% di sepanjang tahun berjalan (YTD), ditopang oleh segmen korporasi dan KPR yang naik masing-masing 2,1% dan 3,8% YTD.
Sementara itu, kredit komersial dan UKM mulai membaik pada triwulan II 2021 secara kuartalan (QoQ), dibandingkan triwulan I 2021. Dari sisi pendanaan, current account and savings account () tumbuh 8,3% YTD.
"Hingga Juni 2021, kami melihat beberapa sektor ekonomi mulai bertumbuh. Dalam beberapa waktu ke depan, kami akan mencermati dinamika situasi, khususnya selama periode Kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah sebagai respon pengendalian lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini," ujarnya.
Lebih lanjut, BCA membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih sebesar 3,8% YoY menjadi Rp28,3 triliun pada semester I 2021. Di sisi lain, pendapatan non-bunga menurun tipis 1,2% YoY menjadi Rp10,2 triliun.
"Penurunan ini sebagai dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu, namun sebagian besar dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi," sambungnya.
Total kredit stabil di angka Rp593,6 triliun pada Juni 2021, didukung oleh segmen korporasi, KPR, dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1,0% YoY menjadi Rp260,4 triliun pada Juni 2021. Di periode yang sama, KPR juga meningkat 2,9% menjadi Rp93,6 triliun sebagai hasil dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021 yang sebagian besar dibukukan pada triwulan kedua tahun ini.
Saldo outstanding kartu kredit juga berhasil mencatatkan rebound, naik 4,5% YoY menjadi Rp14,0 triliun. Kredit komersial dan UKM terkoreksi 1,0% YoY menjadi Rp182,8 triliun, dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis. Kinerja dana pihak ketiga BCA pun tetap kokoh mencapai Rp 198,2 triliun.
(das/das)

Sumber : DETIK FINANCE

powered by: IPOTNEWS.COM