News & Research

Reader

Stok Amerika Melambung, Harga Minyak Dunia Anjlok Empat Persen
Thursday, June 13, 2019       04:33 WIB

Ipotnews - Harga minyak anjlok empat persen, Rabu, menuju penutupan terendah dalam hampir lima bulan, tertekan oleh kenaikan stok minyak mentah Amerika dan oleh prospek yang suram untuk permintaan minyak global.
Minyak mentah berjangka Brent merosot USD2,32 atau 3,7 persen, menjadi USD59,97 per barel, penutupan terendah patokan internasional itu sejak 28 Januari, demikian laporan  Reuters , di New York, Rabu (12/6) atau Kamis (13/6) pagi WIB.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, ditutup USD2,13 atau 4,0 persen lebih rendah menjadi USD50,72 per barel,  settlement  terendah sejak 14 Januari.
Badan Informasi Energi (EIA) Amerika melaporkan stok minyak mentah domestik naik secara tak terduga untuk minggu kedua berturut-turut, meningkat 2,2 juta barel pada pekan lalu, jauh di atas proyeksi sejumlah analis yang memperkirakan penurunan 481.000 barel.
Di posisi 485,5 juta barel, stok minyak komersial AS berada di level tertinggi sejak Juli 2017 dan sekitar delapan persen di atas rata-rata lima tahun untuk saat ini, kata EIA.
Sebelumnya, Selasa, EIA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2019, yang juga menekan harga minyak berjangka.
Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, dua konsumen minyak terbesar dunia, juga menekan harga.
Presiden Donald Trump, Rabu, mengatakan dia merasa kesepakatan perdagangan dapat dicapai, namun sambil mengancam akan menaikkan tarif barang-barang China jika mereka tidak membuat kesepakatan.
Sejumlah manajer  hedge fund  melikuidasi posisi  bullish  mereka untuk minyak pada tingkat tercepat sejak kuartal keempat 2018 karena meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global.
Goldman Sachs mengatakan prospek makroekonomi yang tidak pasti dan produksi minyak yang tidak menentu dari Iran dan lainnya dapat menyebabkan OPEC untuk meneruskan kebijakan pengurangan pasokan.
Dengan pertemuan Organisasi Negara Eksportir Minyak berikutnya yang dijadwalkan akhir Juni, pasar akan mencermati apakah produsen minyak utama dunia itu bakal memperpanjang pengurangan pasokan mereka.
Negara-negara OPEC dan produsen non-anggota termasuk Rusia, telah membatasi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta barel per hari tahun ini untuk menopang harga.
Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail bin Mohammed al-Mazroui, mengatakan bahwa anggota OPEC hampir mencapai kesepakatan untuk melanjutkan pengurangan produksi.
Aljazair melayangkan gagasan untuk meningkatkan pengurangan pasokan minyak oleh OPEC dan sekutunya pada semester kedua 2019 karena permintaan yang melambat, narasumber OPEC mengatakan, meski pembatasan produksi saat ini masih merupakan skenario yang paling mungkin. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM