News & Research

Reader

Strategi Hexindo Adiperkasa Siasati Kinerja Turun Akibat Pandemi
Wednesday, September 16, 2020       17:15 WIB

JAKARTA - PT Hexindo Adiperkasa Tbk () mengalami penurunan kinerja akibat pandemi. Perseroan pun mempersiapkan berbagai strategi mulai dari pengembangan sistem baru yakni melalui penjualan online/daring dan peningkatan dukungan purna jual. Adapun sepanjang periode Januari hingga Juni perseroan mengalami koreksi penjualan hingga 64% atau setara dengan US$ 59,27 juta dan laba bersih US$ 9,30 juta
Manajemen Hexindo Adiperkasa menjelaskan kinerja perseroan pada periode tujuh bulanan ini tertekan seiring dengan datangnya pandemi yang menyebabkan penurunan penjualan. Hal ini juga diperparah dengan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Untuk diketahui, mengacu pada laporan keuangan periode Januari hingga Juli pada tahun 2019 lalu perseroan berhasil mencatatkan penjualan hingga US$ 130,05 juta.
"Penjualan alat berat sampai dengan bulan Juli 2020 mencapai 243 unit. Adapun sektor Agro masih menjadi penopang utama pencapaian penjualan alat berat perseroan pada periode tersebut," jelas manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (16/9).
Lebih lanjut manajemen merinci pada sektor agro Hexindo Adiperkasa berhasil menjual 61 unit alat berat, 59 unit alat berat untuk Forestry, Construction 41 unit, Mining 24 unit dan lain-lain 6 unit, Wheel Loader 3 unit serta Mini Excavator 49 unit.
Dengan menurunnya kinerja ini manajemen telah menyiapkan berbagai rencana strategis untuk meningkatkan penjualan salah satunya yakni meningkatkan dukungan purna Jual dengan program CE -Remanufacturing dan Mining Refurbishment. Selain itu perseroan juga berniat mengembangkan penjualan melalui online/daring dan berfokus pada lini bisnis sewa mesin baik bekas maupun bekas sebagai pasar yang berpotensial dengan tak lupa memperlengkap unit baru yang ada untuk memenuhi permintaan pelanggan.
"Dari segi produk yang ditawarkan perseroan akan menawarkan Articulated Dump Truck dengan merk Bell-ADT sebagai kesepakatan paket pada saat pembelian Excavator," papar manajemen.
Sementara itu dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) manajemen akan menyediakan berbagai program pelatihan/pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan & kompetensi seluruh karyawan dan meningkatkan kepatuhan terhadap aturan perusahaan yang bertujuan mencapai Zero Accidents dalam kegiatan sehari-hari & operasional.
Dengan berbagai strategi ini diharapkan pada kuartal pertama di tahun 2021 mendatang, perseroan memperoleh penjualan mencapai US$ 323,53 juta dan laba bersih hingga US$32,16 juta," pungkas manajemen.

Sumber : INVESTOR DAILY

powered by: IPOTNEWS.COM