News & Research

Reader

Wall Street Bangkit, Dow Jones Naik 570 Poin Merespons Data Lapangan Pekerjaan
Saturday, March 06, 2021       08:59 WIB

Ipotnews - Bursa saham Wall Street USA bangkit dari aksi jual masif pada tutup perdagangan akhir pekan ini seiring redanya reli imbal hasil obligasi. Sementara data laporan lapangan kerja mendorong optimisme pemulihan ekonomi yang lebih cepat.
Indeks Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) naik 572 poin atau 1,9 persen ke 31.496. Indeks S&P 500 mengakhiri sesi liar setelah naik 2 persen ke posisi 3.841. Sementara Indeks Nasdaq naik 1,6 persen ke level 12.920. Penguatan Indeks Nasdaq setelah terjadi rebound saham-sahama teknologi papan atas. Harga saham Apple In naik 1 persen dan Saham Microsoft Corp naik 2 persen. Namun secara keseluruhan sektor saham teknologi turun 2,6 persen.
Rata-rata indeks utama di Wall Street memantul naik dari posisi terendahnya seiring kenaikan yield obligasi pemerintah AS mulai tertahan. Yield US Treasury tenor 10 tahun melemah ke level 1,55 persen setelah menyentuh posisi di atas level 1,6 persen yang adalah tertinggi di tahun 2021 menyusul data yag menunjukkan kenaikan pertumbuhan lapangan kerja.
"Imbal hasil bergerak turun dari pergerakan sebelumnya, dan itu membantu menopang kenaikan pasar yang lebih tinggi," kata Quincy Krosby, Analis di Prudential Financial. "Karena saham teknologi papan atas bergerak ke wilayah koreksi yang mana sebagian besar indeks saham teknologi tertekan ke arah level jenuh jual serta karena faktor investor dan trader mulai aksi beli."
Departemen Tenaga Kerja USA pada hari Jumat melaporkan bahwa data nonfarm payrolls melonjak 379.000 untuk bulan tersebut dan tingkat pengangguran turun menjadi 6,2%. Data itu lebih tinggi dari ekspektasi 210.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran tetap stabil sebesar 6,3% pada Januari.
Saham yang akan mendapat keuntungan dari kebangkitan ekonomi yang cepat melonjak setelah laporan pekerjaan. Sektor energi S&P 500 melonjak 3,9%, membukukan hari terbaiknya sejak November. Saham Occidental Petroleum melonjak 4,5%, sementara Devon Energy menguat 8,4%. Keuangan dan material masing-masing naik lebih dari 2%.
Namun, lonjakan suku bunga memicu kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan, yang memimpin reli pasar tahun lalu, mungkin kesulitan memenuhi ekspektasi jika biaya pinjaman melonjak. Tesla jatuh lebih dari 3%, membuat kerugian mingguannya menjadi 11%. Meskipun saham ditutup dengan baik dari posisi terendah hari Jumat.
Saham yang diuntungkan di saat pandemi, Peloton dan Zoom Video masing-masing turun 12% dan 9%, minggu ini. Investor populer Cathie Wood, yang berfokus pada perusahaan inovatif, melihat dana andalannya kehilangan dua digit minggu ini dan menghapus keuntungannya pada 2021.
Meskipun Wall Street rebound pada trading akhir pekan ini, Nasdaq turun lebih dari 2% minggu ini. Indeks S&P 500 naik 0,8% minggu ini, menghentikan penurunan beruntun dua minggu. Sedangkan Indeks Dow mencetak kenaikan mingguan 1,8% karena investor berspekulasi pada pemulihan.
Pergerakan hari Jumat mengikuti aksi jual tajam pada hari Kamis yang dipicu oleh pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell tentang kenaikan imbal hasil obligasi. Chairman Fed mengatakan kenaikan baru-baru ini menarik perhatiannya tetapi dia tidak memberikan indikasi apa pun tentang bagaimana bank sentral akan mengekangnya. Beberapa investor mengharapkan Powell memberi sinyal kesediaannya untuk menyesuaikan program pembelian aset Fed.
(cnbc)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM