News & Research

Reader

Wall Street Ceria Didorong Harapan Kesepakatan Dagang Amerika-China
Thursday, September 12, 2019       04:59 WIB

Ipotnews - Bursa Wall Street bergerak lebih tinggi, Rabu, dipimpin oleh sektor teknologi yang sensitif terhadap tarif dan saham industri, setelah China memperluas pembebasan bea masuk menjelang negosiasi perdagangan bulan depan dengan Amerika Serikat.
Dow Jones Industrial Average melonjak 227,61 poin, atau 0,85% menjadi 27.137,04, membukukan penguatan beruntun enam hari pertama sejak Juni, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC  , di New York, Rabu (11/9) atau Kamis (12/9) pagi WIB.
Sesi Rabu juga menandai penutupan pertama di atas level 27.000 sejak 30 Juli. Dow sekarang kurang dari 1% dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 16 Juli.
Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 meningkat 0,72% atau 21,54 poin menjadi ditutup pada posisi 3.000,93 level tertinggi sejak akhir Juli. S&P 500juga mengakhiri sesi kurang dari 1% dari rekor tertinggi yang diraih pada 26 Juli. Nasdaq Composite Index melambung 1,06% atau 85,52 poin menjadi 8.169,68, penutupan terbaik sejak 31 Juli.
Apple Inc memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq sehari setelah memperkenalkan iPhone terbaru dan mengumumkan tanggal peluncuran layanan  streaming  Apple TV+.
Saham raksasa teknologi itu melejit 3,2%, sekali lagi mengangkat nilai perusahaan tersebut di atas angka USD1 triliun.
Penguatan Apple mendorong sektor teknologi. Sektor ini naik sekitar 0,9% setelah memulai pekan dengan penurunan 1,2%. Teknologi di bawah tekanan di tengah rotasi besar-besaran dari saham yang berorientasi pada pertumbuhan kepada emiten yang sahamnya relatif murah.
Micron Technology juga berkontribusi pada kenaikan sektor teknologi, melambung 2,2% setelah analis di Longbow meng- upgrade  sahamnya menjadi "buy" dari "netral". Analis itu mengatakan Micron bakal mendapat manfaat dari meningkatnya fundamental di pasar memori dan  flash   storage . Cisco Systems juga naik 1,5% setelah Evercore ISI memprakarsai anggota Dow itu dengan peringkat yang lebih baik, mengutip portofolio aset yang "unik".
Boeing, eksportir Amerika terbesar berdasarkan nilai dolar, meningkat 3,6%, setelah Chief Executive Dennis Muilenburg mengkonfirmasi perusahaan itu masih di jalur untuk mendapatkan persetujuan pada awal kuartal keempat untuk melanjutkan pengoperasian pesawat 737 MAX, yang dikandangkan sejak Maret setelah dua kecelakaan fatal.
China mengumumkan pembebasan tarif untuk beberapa barang AS, sebuah langkah yang dipandang oleh banyak investor sebagai bukti niat baik, beberapa pekan menjelang perundingan untuk menyelesaikan perang perdagangan kedua negara, yang membebani ekonomi dunia dan mengguncang pasar selama berbulan-bulan.
Namun, penasihat senior Gedung Putih mendesak investor bersabar dalam upaya mengekang ekspektasi untuk perundingan perdagangan yang dijadwalkan berlangsung bulan depan di Washington.
"Pasar secara umum masih meyakini bahwa kesepakatan nyata masih memungkinkan dan semua langkah ini oleh Gedung Putih dan China hanyalah taktik negosiasi," kata Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi Inverness Counsel di New York.
"(Tetapi) keyakinan itu berayun setiap hari berdasarkan  tweet  (Trump) dan pernyataan dari China. Saat ini kita sedang sedikit berayun menuju peluang kesepakatan yang dibuat dalam kerangka waktu yang masuk akal."
Di sisi data, investor mencerna data inflasi utama. Indeks harga produsen AS naik 0,1% pada Agustus, sementara para ekonom yang disurvei  Reuters  memperkirakan indeks itu tidak berubah. Wall Street mencermati data itu saat mereka mencari petunjuk tentang langkah selanjutnya Federal Reserve pada kebijakan moneter.
The Fed diperkirakan menurunkan suku bunga dalam pertemuan minggu depan. Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga September berada di posisi 91,2%, menurut alat FedWatch CME Group.
"Pertanyaan terbesar yang harus dijawab dari pertemuan minggu depan, bagaimanapun, adalah apa yang diperkirakan untuk kuartal keempat," kata Willie Delwiche, analis Baird, dalam sebuah catatan. Dia menambahkan pasar saat ini memperhitungkan setidaknya satu pemotongan suku bunga lagi setelah pertemuan pekan depan.
Keputusan The Fed akan mengikuti pengumuman kebijakan dari Bank Sentral Eropa. ECB diperkirakan memangkas suku bunga, Kamis, bersama dengan beberapa ukuran pelonggaran kuantitatif. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM