News & Research

Reader

Wall Street Sambut Stimulus Amerika, Dow Catat Lonjakan Tiga Hari Beruntun
Friday, March 27, 2020       04:44 WIB

Ipotnews - Saham Wall Street melonjak untuk hari ketiga berturut-turut, Kamis, setelah investor mengabaikan rilis klaim tunjangan pengangguran pendahuluan yang memecahkan rekor, sementara Senat meloloskan RUU stimulus ekonomi besar-besaran di tengah wabah virus korona.
Dow Jones Industrial Average ditutup melesat 1.351,62 poin, atau 6,4%, menjadi 22.552,17, demikian laporan   CNBC   dan  AFP , di New York, Kamis (26/3) atau Jumat (27/3) pagi WIB. Dow melengkapi lonjakan tiga hari terbesarnya sejak 1931. Selama tiga hari terakhir, Dow melambung lebih dari 20%.
Indeks berbasis luas S&P 500 juga membukukan kenaikan beruntun tiga hari, melejit 6,2% atau 154,51 poin menjadi 2.630,07. Nasdaq Composite Index meroket 5,6% atau 413,24 poin menjadi 7.797,54 karena saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan induk usaha Google, Alphabet, semuanya meningkat lebih dari 4%.
Boeing, Chevron, dan Walgreens mendorong kenaikan Dow, dengan saham masing-masing melejit lebih dari 10%. Utilitas dan real estat adalah sektor berkinerja terbaik di S&P 500, keduanya ditutup menguat lebih dari 7%.
Boeing, yang diprediksi menerima miliaran dukungan federal di bawah legislasi tersebut, melonjak lagi, kali ini sebesar 13,7 persen.
Raksasa kedirgantaraan itu dihantam  double crisis , dengan penutupan lalu lintas penerbangan menambah tekanan dari pengandangan 737 MAX.
RUU Senat tersebut juga mencakup sekitar USD50 miliar dalam dukungan untuk industri penerbangan. Saham maskapai penerbangan ditutup variatif, dengan Delta dan American menguat, sedangkan United dan JetBlue menurun.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran naik menjadi 3,28 juta pekan lalu, sejauh ini merupakan rekor tertinggi. Angka itu melampaui puncak Great Recession yakni 665.000 dan level tertinggi sepanjang masa 695.000 pada Oktober 1982. Namun, angka itu masih lebih baik daripada proyeksi paling mengerikan di Wall Street. Citi, misalnya, memperkirakan kenaikan menjadi 4 juta.
"Kita semua tahu penderitaan yang dirasakan dan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh virus ini, tetapi karena kita begitu dekat untuk melewati yang terburuk dari penyebarannya, kita harus mulai menjadi kreatif, misalnya mengenai  restart  yang akan terlihat seperti apa," kata Peter Boockvar, Kepala Investasi Bleakley Advisory Group.
Pergerakan Kamis terjadi sehari setelah Senat dengan suara bulat menyetujui paket bantuan ekonomi senilai USD2 triliun dalam upaya untuk meredam pukulan dari wabah virus korona. RUU stimulus itu kini menuju tangan DPR, yang akan mengambil suara suara Jumat pagi ketika sebagian besar anggota parlemen berada di luar Washington. Ketua DPR Nancy Pelosi, mengatakan RUU itu akan disahkan "dengan dukungan bipartisan yang kuat." Saham mencapai level tertinggi pada sesi itu setelah komentar Pelosi.
RUU itu termasuk cek stimulus yang akan dikirim kepada rakyat Amerika dalam waktu tiga pekan, tutur Menteri Keuangan Steven Mnuchin.
"Para pembuat kebijakan pantas mendapatkan banyak pujian," kata Ed Perks, Kepala Investasi Franklin Templeton Multi-Asset Solutions. "Mereka menangani beberapa masalah sistemik nyata yang kritis di sekitar sistem keuangan yang terus dapat berfungsi saat kita menghadapi krisis ini."
Federal Reserve juga telah melangkah untuk menopang perekonomian. Antara lain, memangkas suku bunga mendekati nol dan mengumumkan program pelonggaran kuantitatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Chairman The Fed, Jerome Powell, Kamis, mengatakan bank sentral tidak akan "kehabisan amunisi" untuk menjaga stabilitas ekonomi.
"Kami masih memiliki ruang kebijakan pada dimensi lain untuk mendukung perekonomian," kata Powell.
Penguatan Kamis mengikuti lonjakan beruntun dua hari yang pertama sejak Februari untuk S&P 500 dan Dow. Kenaikan Rabu memperpanjang reli bersejarah pada sesi Selasa, yang membuat Dow mencatat hari terbaiknya sejak 1933, dan membukukan kenaikan satu hari terbesar dalam sejarah. Selasa adalah hari terbaik S&P 500 sejak 2008. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM